Karimun, Potretnusantara.id – Angin puting beliung menghantam pemukiman warga di Kelurahan Baran Timur, Kecamatan Meral dan sekitarnya, pada Selasa (14/05/24) sekira pukul 11.50 WIB.
Akibatnya puluhan unit rumah di Batu Lipai RT 001 RW 001 Kelurahan Baran Timur, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau mengalami kerusakan.
Kapolres Karimun AKBP Fadli Agus mengatakan hingga saat ini pihak kepolisian beserta pemerintah setempat sedang melaksanakan pengecekan di TKP. Sedikitnya lebih dari 30 unit rumah mengalami kerusakan terutama pada bagian atapnya.
Menurut Kapolres Karimun, saat ini dilaporkan satu orang dalam keadaan terluka dan sudah dibawa ke RSUD MUHAMMAD SANI untuk mendapatkan perawatan.
“Yang bersangkutan mengalami luka di bagian kepala terkena atap seng saat berusaha melindungi cucunya,” kata Kapolres Karimun AKBP Fadli Agus.
Lebih lanjut dikatakannya, pihak Kepolisian bersama Pemerintah Daerah sampai saat ini masih terus berupaya untuk konsolidasi dan melaksanakan mitigasi-mitigasi, kemudian melakukan pengecekan kepada warga dan mencoba untuk bersama-sama menangani peristiwa ini.
“Kami berusaha untuk mengembalikan situasi tenang supaya kami nantinya bisa lebih konsentrasi dan fokus untuk melaksanakan perbaikan – perbaikan. Mohon jaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya proses mitigasi,” pinta Kapolres Karimun.
Sementara itu, ketua RT 001 RW 001 Kelurahan Baran Timur, Saiful mengungkapkan peristiwa ini terjadi tanpa diduga. Berdasarkan informasi tiba-tiba hujan dan angin kencang menerjang rumah warga hingga rusak.
Ia menyebutkan saat kejadian dirinya sedang bekerja dan tidak berada dirumah. Kemudian dia ditelpon oleh istrinya dan disuruh pulang.
“Sebagian besar rumah warga yang diterjang angin puting beliung mengalami kerusakan terutama pada bagian atap,” jelas Saiful.
Saiful mengatakan hingga saat ini dirinya masih melakukan pendataan terhadap rumah warga yang terdampak oleh angin puting beliung.
“Saya belum mendapatkan data pasti terkait kejadian tersebut karena masih dilakukan proses penyisiran terhadap rumah warga yang terdampak”. pungkasnya. (Ery).
Editor : Din










