SAMBAS, Potretnusantara.id-Ibu Gubernur Hj Noor Lizah Nurdin Basirun mendorong seluruh masyarakat khususnya masyarakat Sambas dan Kepri untuk bersatu padu mewujudkan kedamaian dengan saling mengasihi dan menghormati sehingga tercipta kedaimain dan kenyamanan bagi masyarakat khususnya di bumi Nusantara NKRI
Noor Lizah berpesan agar masyarakat tidak mudah tervprovokasi atas kepentingan individu dan golongan tertentu, namun lebih mengedepankan tolenransi sehingga terhindar dari perpecahan individu maupun golongan yang dapastikan dapat merusak tatanan kedamainan NKRI
“Cukup indah silaturahmi seperti ini. Ada kedamainan, kenyamanan. Jadi mari kita bangun silaturahmi ini, jangan terprovokasi oleh kepentingan karena kita adalah contoh bagi generasi kita kelak,”kata Noor Lizah saat menghadiri Napak Tilas Hari Jadi Sambas ke 387 Tahun di Kesultanan Sambas Istana Alwatzikhoebillah, Kabupaten Sambas, Selasa (3/7)
Dia menjelaskan Kesultanan Sambas berdiri pada 15 Juli 1933, sejak terbentuknya Sambas memiliki ikatan silaturahim antar sesama sangatlah baik. Dia berpesan, dengan adanya silaturahmi seperti ini keturunan para Opu Daeng agar tetap terjaga dan dibangun kembali serta ditingkatkan sehingga generasi penerus saling mengenal silsilah satu dengan lainnya.
“Dari dulu sebenarnya sudah diajarkan kita untuk kedamaian. Makanya, mari kita memperkenalkan kembali Istana Sambas yang pernah mengalami masa kejayaannya dengan mengangkat budayanya ditengah-tengah era globalisasi,”ajaknya di hadapan masyarakat
Hj Noorlizah Nurdin mengisahkan, bahwa dirinya memang bermoyangkan, keturunan atau memiliki silsilah dari Opu Daeng Marewah yang masih memiliki ikatan darah dengan keturunan Opu Daeng Parani, Opu Daeng Celak, Opu Daeng Manambon dan juga Opu Daeng Kemasi bahkan dia mengakui merupakan kerabat kesultanan Riau Lingga
Acara ini juga disejalankan dengan Halal Bihalal Syawal 1439H dan Pesta Rakyat serta Lomba Dayung dalam rangka hari jadi Sambas. Pada kesempatan tersebut turut hadir Sultan Sambas Muhammad Tarhan, Anggota Watimpres RI Sudarto Danusubroto, Danlantamal XII Pontianak Laksma TNI Gregorius Agung, Utusan Kesultanan Sulu Filipina YM Pehin Seri Di Raja Dato Seri Farid Ibrahim, Sekretaris Anggota Watimpres Julie Trisnadewani, Staf Ahli Anggota Watimpres Doni Gahral Adian dan Sekretaris Kesultanan Sambas Urai Riza Fahmi.
Pantauan dilapangan, sehari sebelumnya pada Senin (2/7) Noor Lizah terlebih dahulu melakukan napak tilas ke makam Opu Daeng Manambon Ibnu bin Tandre Borong Daeng Rilaga di Sebukit Rama Kabupaten Mempewah.
Sementera itu Sultan Muhammad Tarhan menjelaskan Istana Alwatzikhoebillah terbuka lebar untuk siapa saja dan agama apapun apabila ingin bertamu ke Istana Alwatzikhoebillah Sambas. Kesultanan Sambas ingin menepis berbagai isu-isu yang tengah merebak di masyarakat, dia mengajak semua masysrakyat untuk bersama bersatu padu menghadapi masalah yang terjadi untuk kebaikan dan kedamaian
“Mari kita bersama-sama memakmurkan kembali kejayaan Sambas seperti dahulu kala,” kata Sultan memotifasi
red/humasprov











Discussion about this post