ASAHAN, Potretnusantara.id- Sungguh miris nasib S (59) salah seorang karyawan Kebun PT. PEU Teluk Dalam, Kabupen Asahan dalam kondisi sakit berkepanjangan “dipaksa” bekerja dengan diserapkan oleh anaknya.
Ketika ditemui di perumahan karyawan di salah satu Afdeling Kebun PT. PEU, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Asahan, Selasa (16/08) ayah empat anak itu mengatakan dirinya menderita penyakit asam urat sudah sejak lima tahun lalu, tetapi sudah tidak dapat melakukan aktivitas kerja sejak istrinya meninggal dunia pada bulan Desember 2021 lalu. Kini kondisi penyakitnya semangkin memperihatinkan, kedua kakinya yang membusuk terpaksa dibungkus dengan kantung plastik asoi agar tidak dihinggapi lalat.
” Setiap hari saya yang susah berjalan wajib datang ke kantor Afdeling untuk sidik jari absen, tetapi yang mengerjakan pekerjaan anak saya, biasa menggaruk atau merawat jalan kebun yang rusak ” terangnya.
Ditanya mengapa tidak minta pensiun dini, S mengatakan malah dirinya mendapat perpanjangan masa kerja 5 tahun, jadinya baru bisa pensiun 11 tahun lagi. Hal ini bukan saja terjadi pada dirinya, tetapi terhadap karyawan lain yang punya penyakit sama, bahkan ada yang sudah struk/lumpuh dan ada lagi yang sudah cuci darah tapi wajib sidik jari absen jam masuk dan jam keluar kerja, namun mengajukan pensiun dini tidak ada yang dikabulkan oleh perusahaan.
” Perusahaan memperpanjang masa kerja saya lima tahun, jadi masa pansiun saya sebelas tahun lagi. Kalau dilihat dari umur dan kondisi penyakit saya mungkin belum pensiun saya sudah inalillahi (meninggal dunia, red) ” ucapnya.
S berharap dirinya bisa mendapat bantuan dari pemerintah, karena dia sudah pernah mendapat PKH, tapi sejak istrinya meninggal dunia bantuan tersebut tidak lagi didapat. Sementara gaji yang diterimanya setiap bulan dari perusahaan tanpa premi tidak cukup untuk kebutuhan hidup, apalagi masih memiliki empat orang tanggungan anak.
” Kalau okname di rumah sakit saya sudah jenuh, namun kalau pengobatan non medis jarang karena saya tidak punya uang ” ungkapnya.
Selain itu S berharap dirinya bisa diberi pensiun dini oleh perusahaan dengan pesangon yang layak, agar uangnya bisa digunakan untuk membeli rumah tempat tinggalnya yang belum dimiliki. Ia juga berharap anaknya bisa dipekerjakan di kebun PT. PEU agar memiliki masa depan dan dapat membantu keluarganya yang tidak mampu.
Secara terpisah Manager PT. PEU yang coba dikonfirmasi awak media, Jum’at (19/8) tidak berhasil ditemui. Diperoleh keterangan dari petugas Satpam, Manager sedang keluar melayat istri salah seorang karyawan meninggal dunia.
Painin










