Natuna, Potretnusantara.Id – Masyarakat Natuna menolak keras aksi pengusaha tambang pasir kwarsa,melalui Aliansi Natuna Menggugat,Wan Sofian sebagai kordinator melakukan aksi tegas tolak pelaku tambang pasir kwarsa di Kabupaten Natuna,Kepuluan Riau.
Berbagai komponen masyarakat ikut serta bergabung dalam Aliansi Natuna Menggugat Pasir Kwarsa.Selain masyarakat biasa,para tokoh masyarakat,agama, Adat,Akademis,Nelayan,Jurnalis, praktisi hukum,kaum ibu serta Mahasiswa Natuna baik yang berada di dalam dan luar Natuna menolak keras aksi tambang pasir kwarsa ini.
Wan Sofian selaku kordinator, katakan, dalam waktu dekat, Pihaknya akan ke kantor DPRD Natuna untuk meminta rapat dengar pendapat (RDP) dengan Legislatif, Eksekutif , Forkopimda Natuna dan meminta menghadirkan seluruh pengusaha tambang pasir kwarsa.
” Kita meminta penjelasan kepada pemerintah daerah tentang izin dari pelaku pasir kwarsa ini, karena mereka sudah menyiapkan lokasi base camp dan pelabuhan Jety sepanjang 200 meter di daerah Pengadah” ucap Wan Sofian.(19/5) pagi.
Lanjutnya,tidak ada kata lain untuk mereka, stop tambang pasir kwarsa, dipastikan merusak lingkungan alam Natuna. Kata Wan Sofian, Alam Natuna itu Indah,seharusnya tingkatkan dunia wisata.
” Dilaut Natuna kaya minyak dan Gas, sumber daya alam habitat laut nya juga melimpah ruah,sedangkan di darat banyak menyimpan potensi alam, seperti beberapa lokasi geosite yang saat ini di daftarkan menjadi Geopark internasioanal ( UNESCO)” tutur Wan Sofian anggota DPRD Natuna (periode 2014-2019)
” Ada apa ini? Kenapa mesti di korbankan keindahan alam Natuna ini demi keuntungan para bos tambang Pasir Kwarsa” tambahnya.
Menurut Wan Sofian, Pemerintah Kabupaten Natuna harus memperhatikan dampak kelestarian alam. Pemerintah transparansi kepada masyarakat Natuna tentang kehadiran penambang pasir kwarsa ini.
” Kalau kita lihat Peta Bunguran Besar, sudah hampir semua titik di kuasai ,ada 19 PT Tambang, seharusnya Pemerintah sudah mengambil sikap untuk mereka,apakah sudah ada izin lengkap?kalau belum lengkap Stop kegiatan mereka” Tegas Wan Sofian.
Tambah Wan Sofian,Pemerintah Kabupaten Natuna juga seharusnya menyampaikan kepada Pemerintah Provinsi Kepri dan Pusat. Natuna itu sebuah wilayah kepulauan yang perlu di jaga ,Natuna hanya mempunyai luas wilayah daratan sekitar 1 % dari luas lautnya.
” Hanya satu persen daratan nya,itu pun mau di keruk pasir kwarsa nya, seharusnya kita lestarikan dan Tolak kehadiran tambang pasir kwarsa di Natuna” ujarnya.
Masih Wan Sofian,seharusnya Pemerintah Natuna bangga dengan kehadiran Hotel Bintang 5 Jelita Secuba,Drive Resort, Alif Stone di Natuna. Mereka semua sudah menghabiskan puluhan miliar untuk dukung dunia wisata di Natuna.
Selain itu, Wan Sofian juga menerangkan,terima kasih dukungan terhadap Aliansi Natuna Menggugat Pasir Kwarsa. Tidak hanya Meminta RDP di DPRD Natuna,Aliansi Natuna Menggugat juga akan melakukan aksi unjuk rasa, spanduk penolakan dan stop kegiatan pasir kwarsa di Natuna.
” Saya berterimakasih kepada masyarakat Natuna yang tetap mendukung melindungi Alam Natuna, semakin hari semakin banyak ikut bergabung di Aliansi Natuna Menggugat Tolak pasir kwarsa di Natuna.” imbuhnya.
Tidak hanya itu, Aliansi ini juga akan menyurati Gubernur, pemerintah provinsi Kepri dan pusat mengenai penolakan tambang pasir kwarsa di Natuna.(kalit)










