PALAS, Potretnusantara.id – Terkait ungkapan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi belum lama ini yang menceritakan tentang kondisi jalan rusak di Sumut harus diperbaiki demi memudahkan akses masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi, Presiden Kongres Pemuda Indonesia (PKPI) Pitra Romadoni kritik Gubsu agar jangan “omong besar” dan pemberi harapan palsu (PHP) .
Adapun kritikan itu atas paparan Gubsu yang menegaskan bahwa rencana besar pembangunan infrastruktur di Sumut sebagai bagian dari tugas memantapkan jalan provinsi dengan panjang total 3.005,65 Km. Kata dia gambarannya adalah dengan kondisi jalan mantap hanya 75 persen, di mana 750 Km jalannya tidak mantap.
Mantan Pangkostrad itu mengakui merasa pilu mendengarkan keluhan masyarakat terkait kondisi jalan rusak di Sumut selama ini. Bahkan sampai ada masyarakat meminta pindah kependudukan dari Provinsi Sumut.
“Bahkan saat saya datang ke perbatasan Riau (Sibuhuan, Padang Lawas). Rakyatnya minta pindah KTP ke provinsi lain. Saya sedih mendengarnya karena kondisi jalannya di sana rusak,” tutur Gubsu Edy.
Menanggapi pernyataan Gubernur Sumatera Utara tersebut, Presiden Kongres Pemuda Indonesia Pitra Romadoni menilai pernyataan Gubernur Sumatera Utara sifatnya hanya menyenangkan hati masyarakat Padang Lawas sesaat.
“Kita ketahui masa jabatan beliau akan berakhir sebentar lagi dan kita sangat bersyukur di akhir masa jabatannya beliau masih ingat dan masih bisa bercerita tentang angan-angannya memperbaiki jalan lintas sumatera di Padang Lawas,”tutur Pitra. Kamis (17/2).
Dikatakan, masyarakat Padang Lawas memang merasa senang mendengar ungkapan Gubernur Sumatera Utara yang masih bisa bercerita tentang jalan rusak khususnya di Padang Lawas dan Sumatera Utara apalagi di akhir masa jabatannya.
Pitra yang merupakan Putra kelahiran Padang Lawas ini menilai, Edy Rahmyadi mestinya tidak perlu menyampaikan kondisi jalan rusak kepada masyarakat Sumut dikarenakan masyarakat sumut sudah mengetahui dan merasakan jalanan yang berlobang-lobang.
“Sudah semestinya pak Edy fokus menepati janji-janji kampanyenya kepada masyarakat sumatera utara khususnya masyarakat Padang Lawas yang menderita akibat jalan yang rusak bahkan katanya mau pindah KTP ke Provinsi lain,” ungkap Putra sambil menceritakan kalau masyarakat sudah cukup menderita dengan janji janji kampanye yang tidak ter realisasi.
“Saya kira kita semua juga jangan memberikan harapan palsu kepada masyarakat Sumatera Utara kalau hanya sekedar cerita tapi pelaksanaannya tidak ada, itu sama saja “omong besar” dan menyakiti hati masyarakat dengan memberikan harapan palsu,”tegas Pitra.
robert










