OPINI – Dua minggu belakangan ini, Pemerintahan Kabupaten Karimun di hebohkan dengan penyampaian Bupati Karimun terkait kondisi keuangan daerah sedang memprihatinkan.
Kondisi ini tidak main-main, dampaknya hingga adanya issu perumahan honorer atau pilihan lain dengan melakukan pemotongan gaji Honorer dan tunjangan bagi para ASN.
Gejolak ini terus bergulir bahkan menjadi perbincangan hangat hingga mengingatkan kembali janji-janji politik Bupati dan Wakil Bupati Karimun saat berkampanye.
Terakhir, Bupati Karimun dan Wakil Bupati Karimun beserta Sekretaris Daerah kembali meluruskan bahwa honorer akan tetap dipertahan namun dengan konsekwensi tertentu.
Namun ada yang menarik, ada “Drama RERES” tahap III oleh 30 Anggoto DPRD Karimun. Kita ketahui, reses ini adalah suatu kegiatan dimana anggota DPRD akan menampung aspirasi masyarakat yang umumnya menyangkut pembangunan.
Padahal, sangat nyata dan terbukti bahwa saat ini keuangan Pemerintahan Kabupaten Karimun dalam kondisi sangat memprihatinkan dan bahkan gaji para honorer pada bulan Juli sudah dilakukan pemotongan bahkan diisukan pemotongan ini hingga Desember nanti.
Sangat menarik memang, dimana gaji honorer ini semestinya tidak akan berpengaruh dengan kondisi apapun karena sesunggunhnya sudah dianggarkan pada APBD Murni tahun ini yang semestinya jika ada perubahan harus pada APBD Perubahan, namun apa yang terjadi, DPRD malah teriak “Kami kok tidak dilibatkan”.
Menariknya lagi, “Drama DPRD” dalam menampung aspirasi tentu akan mencacat beberapa hal usulan dari masyarakat. Sementara pada reses tahap I dan tahap II sudah penuh dengan catatan usulan.
Apakah usulan pada reses tahap I dan tahap ke II masih kurang banyak sehingga mendesak reses ke III ditengah adanya agenda pembahasan APBD Perubahan dan APBD Murni 2022.
Seberapa banyak uang daerah yang diketahui DPRD hingga semangat menampung aspirasi, sementara pemerintah daerah sudah angkat “bendera putih”.
Semestinya DPRD bersama Pemerintah Daerah duduk bersama dan komunikasi bersama dengan baik untuk memajukan Bumi Berazam ini. Ini sangat penting demi hajat hidup masyarakat Kabupaten Karimun.
Reses berjalan, masalah lupa!!!
redaksi










