TIDORE MALUT, Potretnusantara.id – Pembangunan drainase, seharusnya menjadi solusi meminimalisir genangan air. namun faktanya ada drainase yang airnya tergenang, padahal proyek ini belum lama dikerjakan.
Diketahui proyek pembangunan saluran air (drainase), di kelurahan Ome kecamatan Tidore Utara Kota Tidore Kepulauan Provinsi Maluku Utara, adalah salah satu dari beberapa pembangunan drainase di Kota Tidore Kepulauan, yang airnya selalu tergenang saat hujan.
Warga sekitar yang enggan disebutkan namanya menuturkan bahwa, saat hujan, drainase yang ada di RT.11 RW.04 kelurahan Ome, airnya selalu tergenang, air yang ada di drainase tidak mengalir, airnya penuh, tinggi air rata dengan lutut orang dewasa batas drainase.
Menurut warga sekitar, setelah hujan, air yang ada di drainase lama surutnya, setelah airnya mulai tergenang, nyamuk mulai banyak di sekitar rumah warga.
“Tujuan dibuatnya drainase untuk mengalirkan air, bagaimana bisa nomenklaturnya drainase jika airnya tidak mengalir, gara-gara airnya tidak mengalir, nyamuk mulai bermunculan banyak. Saluran air ini bukannya solusi malah menciptakan masalah baru,” ungkap warga sekitar
Warga sekitarpun, telah melakukan pengaduan dalam bentuk protes kepada pemerintah provinsi Maluku Utara, melalui media sosial, tentang drainase tapi airnya tidak mengalir.
Namun sampai saat ini belum ada tanggapan maupun tindakan dari pihak terkait untuk solusi. Warga pun kecewa dan pasrah dengan keadaan drainase yang memprihatinkan saat hujan.
“Harapan warga sekitar, kiranya pemerintah Provinsi dinas terkait untuk turun meninjau, dan memberikan solusi, karena sampai kapan, saat hujan kami selalu menikmati hal yang seperti ini,” harapan warga.










