ASAHAN, Potretnusantara.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Asahan melaporkan sedikitnya ada 707 kepala keluarga atau setara dengan 1.898 jiwa dari 11 desa dan kelurahan di Kabupaten Asahan yang terdampak luapan banjir dengan ketinggian air bervariatif antara 50 hingga 150 cm terdampak luapan banjir akibat tingginya curah hujan deras mengguyur wilayah Sumatera Utara sejak Senin (16/08/21).
Adapun genangan Luapan Air/Banjir serta Longsor di Beberapa Wilayah Kabupaten Asahan : 1. Desa Tanah Rakyat Kecamatan Pulo Bandring, 2. Desa Sei Silau Tua, Desa Sei SIlau Barat, Desa Urung Pane, Desa Bangun Sari Kec. Setia Janji, 3. Desa Perk. Sei Dadap III/IV, Desa Perk.Sei Dadap I/II, Desa Tanjung Alam, Desa Sei Kamah Baru. Desa Bahung Sibatu-batu Kec. Sei Dadap, 4. Desa Terusan Tengah Kec. Tinggi Raja
Kemudian 5. Desa Karya Ambalutu Kec. Buntu Pane, 6. Desa Punggulan Kec. Air Joman, 7. Desa Rawang Lama, Desa Rawang Pasar IV Kec. Rawang Panca Arga, 8. Desa Hessa Air Genting Kec. Air Batu, 9. Desa Perk. Hessa Kec.Simpang Empat, 10. Desa Gotting Sidodadi Kec. B.P.Mandoge, 11. Kelurahan Siumbut-umbut Kec. Kota Kisaran Timur.
Kronologis, Intensitas hujan sedang hingga tinggi dan lama yang turun pada tiga hari terakhir hingga hari Minggu tanggal 15 Agustus 2021 sejak pukul 18.30 WIB s/d tanggal 16 Agustus 2021 pukul 10.00 WIB di seluruh wilayah Kabupaten Asahan, berdampak naik dan meluapnya debit air di beberapa sungai baik di Kabupaten Asahan, serta saluran air/parit yang banyak tersumbat/tidak lancar.
Kenaikan genangan luapan air terjadi secara variatif wilayah, mulai tanggal 13 Juni 2021 di Desa Bangun Sari Kec.Setia Janji, tanggal 14 Agustus 2021 di Desa Perk.Sei Dadap III/IV Kec.Sei Dadap dan di Desa Tanah Rakyat Kec.Pulo Bandring serta sejak tanggal 16 Agustus 2021 di desa-desa lainnya.
Ketinggian air bervariatif dari ketinggian sekitar 50cm-150cm diatas permukaan tanah dan sekitar 30-60cm didalam rumah. Kondisi ini juga diikuti dengan terjadinya longsor pada ruas jalan Kabupaten di Dusun III Desa Gotting Sidodadi Kec. B.P.Mandoge dengan diameter panjang + 50m, lebar + 40m dan kedalaman + 17m.
Sementara penanganan yang dilakukan BPBD Kab.Asahan bersama dengan perangkat Kecamatan serta perangkat Desa masing-masing melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk menginventarisir yang terdampak serta kerusakan sarana prasarana yang ada.
Kemudian BPBD Kab. Asahan mendirikan posko siaga bencana, posko kesehatan dan dapur umum dan pemberian pemenuhan kebutuhan dasar bagi korban terdampak. Selanjutnya, Berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait lainnya untuk penanggulangan bencana. Menghimbau warga untuk tetap siaga dan berpindah dari rumah jika air terus bertambah.
Paimin










