NATUNA, ADVERTORIAL- Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda, kini masayarakat Natuna yang mengalami kesulitan bagi para pelaku usaha kecil di bidang ekonomi pasca dilanda Covid 19 dapat mendapatkan modal tambahan dengan pinjaman KUR (Kredit Usaha Rakyat).
“ Melalui Dinas Disperindagkopum Natuna, Pemerintah Kabupaten Natuna akan berusaha membantu para pelaku usaha yang kekurangan modal dalam menjalankan usahanya, agar bisa menggunakan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah tersebut bantuan KUR dengan suku bunga yang relative kecil “ Ucap Wakil Bupati Natuna.(22/6)
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Kadisperindagkopum) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Agus Supardi mengatakan ekonomi masyarakat melalui UMKM di Natuna perlahan mulai membaik.Pendapatan dari kegiatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mulai tidak stabil ketika Natuna dilanda badai pandemi Covid-19.
“Terutama disektor perdagangan makanan, contohnya yang jual gorengan di depan Feliona itu omsetnya sebelum pandemi Covid-19 terkadang satu hari mereka sanggup sekitar Rp 1,5 juta bahkan Rp 2 juta,” ungkap Agus di ruang dinasnya Kantor Bukit Arai, (22 /6).

Bupati Natuna 
Wakil Bupati Natuna
Kata Agus Supardi, pemerintah saat ini memberikan kredit atau pinjaman kepada setiap pelaku UMKM dalam permodalan usahanya.
“Jadi pemerintah memberikan bantuan memfasilitasi modal bagi mereka pelaku UMKM di Natuna melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan Ultra Mikro (UMi),” ujarnya.
Menurut Agus Supardi, dari bantuan tersebut masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas KUR yang sudah diberikan oleh pemerintah untuk menghidupkan usahanya.
“Nah, KUR ini bunga awalnya 11 persen akhirnya dipangkas oleh pemerintah menjadi 6 persen. Jika memang ada usaha yang kekurangan modal dan jika memang dengan bunga 6 persen ini bisa ditutupi dengan keunguntungan usahanya yang ada silahkan pakai ini,” ujarnya.
Agus Supardi menjelaskan, bantuan tersebut tidak hanya sebatas pada modal usahanya saja, pemerintah juga ada memberikan bantuan jenis lainnya. Bantuan tersebut telah diberikan seperti untuk label, merek dan kemasan jenis jualannya.
Agus Supardi berharap masyarakat yang merasa kekurangan modal dalam menjalankan usahanya bisa menggunakan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah tersebut.
“Untuk itu bagi masyarakat yang kurang modal dalam usahanya bisa menggunakan KUR ini, karena dengan bunga 6 persen sekarang ini keuntungan dari usaha bisa menutupi ini jadi silahkan digunakan,” imbuhnya.
Kalit










