PADANGSIDEMPUAN, Potretnusantara.id-H Paraduan Siregar, pemilik galien C di Aek Ulu Sihapus menyatakan keberatannya terhadap 14 warga yang mendapat penangguhan penahanan.
H Paraduan Siregar dan adiknya Timbul Siregar yang didampingi Pengacaranya membuat surat secara resmi terkait keberatan mereka dan menyerahkan surat tersebut ke pihak Polres Tapanuli Selatan.
“Kami sudah layangkan surat ke Polres Tapanuli Selatan karena kami merasa keberatan atas adanya desakan dari masyarakat Padang Garugur ke Kapolres Tapanuli Selatan supaya membebaskan ke 14 tersangka pengerusakan dan penganiayaan yang dialami adik saya,”kata Paraduan Siregar, Senin (5/7).
Paraduan siregar menuturkan, alat berat dan dump truk yang sedang beroperasi di lokasi telah dirusak oleh tersangka, belum lagi adiknya yang mengalami cacat mata bahkan diketahui hingga buta permanen karena ulah mereka.
“Padahal kami sudah menunggu niat baik mereka untuk membuat suatu perdamaian namun sampai saat ini hasilnya nihil dan mereka pun tak kunjung datang,”sesalnya.
Dari perbuatan mereka tambahnya, pihaknya mengalami kerugian yang sangat besar diantaranya satu unit exkapator dan tiga unit dump truk dan material karena tidak bisa beroperasi di lokasi galian C tersebut.
Dia menambahkan bahwa dalam menjalankan usanhanya pihaknya sudah membayar kewakiban kepada negara baik itu tentang izin dan pajaknya.
“Saya minta kepada penegak hukum agar tidak membebaskan ke 14 tersangka tersebut supaya untuk kedepannya mereka tidak arogan lagi kepada saya atau pihak lain selain supaya mereka ada efek jera,”tegasnya.
Dia membantah atas tuntutan massa yang disampaikan pada saat orasi sabtu semalam, dalam orasi tersebut disampaikan bahwaa sawah mereka yang rusak akibat usaha miliknya.
“Pernyataan itu bohong, yang rusak itu adalah sawah saya yang sudah saya beli dari warga,”katanya menjelaskan.
Dia berharap Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Roman Sahmaradhan Elhaj, untuk mempertimbangkan lagi terkait penangguhan penahanan kepada tersangka 14 orang tersebut.
“Saya berharap, Bapak Kapolres mempertimbangkan permintaan kami,”harapnya.
H. regar










