PADANGSIDEMPUAN, Potretnusantara.id-Tiga Pemuda, warga Desa Gunung Baringin, Kecamatan Angkola Sangkunur, Tapanuli Selatan menjadi korban pemukulan oleh orang tak dikenal, Rabu (18/5) malam.
Awalnya tiga pemuda tersebut yaitu Muhammad Karimun Siregar (16), Edi Nawawi (18) dan Rizki (15) warga Batam yang merupakan shabat lama berkumpul dan bercengkrama di jembatan Jalan Simataniari sambil bermain game hingga malam hari.
“Saya datang kesini sedang berlebaran ke rumah nenek, dan kami saudara,”kata Rizki menjelaskan. Kamis (19/5).
Pada saat kejadian, Rizki menuturkan, sekira pukul 23.30 wib ada dua pengendara motor melintas dijalan jembatan Simataniari menuju arah Rianiate, namun kedua pengendara tersebut tiba-tiba berhenti dan berputar arah setelah melewati mereka sejauh sepuluh meter.
“Setelah sepuluh meter mereka (pengendara-red) melewati kita, tiba-tiba putar arah dan langsung memukul kami bertiga,”katanya merasa heran dan menitikkan air mata.
Demikian juga disampaikan dua temannya, bahwa mereka selama ini tidak merasa memiliki musuh. Apalagi kedua pelaku sama sekali tidak mereka kenali.
“Kalau dibilang dendam, kami tidak mengenal sama sekali. Ini kami sedang main game langsung main pukul saja, semua badan kami memar,”ungkapnya kesal.
Akibat kejadian tersebut, Nasrun Siregar orang tua Muhammad Karim Siregar melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tapanuli Selatan dengan nomor STPL/B/143/V/2021/SPKT/POLRES TAPANULI SELATAN POLDA SUMUT.
Berdasarkan laporan ini, pihak kepolisian mengamankan pelaku yaitu R (22) dan G (19) warga Kelurahan Sangkunur, Kecamatan Angkola, dan saat ini kedua pelaku ditahan di Polres Tapanuli Selatan.
Dari data yang dihimpun, kedua pelaku diduga sedang dalam kondisi mabuk. Dari pengakuan kedua tersang mereka sebelumnya telah minum tuak.
regar










