ASAHAN, Potretnusantara.id – Dua orang petugas Scurity PT. PP Lonsum Kebun Gunung Melayu, yakni HK dan PR menjadi korban penganiayaan saat hendak mengamankan pelaku pencurian kelapa sawit, di Dusun IV Desa Rahuning I, Kecamatan Rahuning, Kabupaten Asahan, Jum’at (26/08/22).
Menurut kedua korban, penganiayaan yang dilakukan ES (35), dan SJ (25) saat kedua pelaku kepergok sedang memasukkan 6 janjang kelapa sawit ke dalam keranjang gandeng yang berada di atas sepeda motornya. Kedua scurity HK dan PR serta satu orang BKO melakukan pengejaran hingga ke areal kampung Dusun IV Desa Rahuning I. Saat penghadangan oleh petugas, ES melakukan pengancaman dan menyerang korban HK dengan tojok, tetapi berhasil ditangkis dengan tangan sehingga tangan korban memar terkena gagang tojok. Tak hanya itu, tiba-tiba muncul HS (abang ES) yang datang dari rumah langsung mencekik leher HK.
“Untung saya tangkis, sehingga tangan saya yang kena gagang tojok, bersamaan datang HS mencekik leher saya,” terang HK.
Hal senada diungkapkan PR yang juga menjadi korban penganiayaan, kakinya ditendang oleh HS hingga benjol. Melihat situasi yang semangkin mencekam BKO, JS dengan kedua scurity tersebut menghindar untuk tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Selanjutnya membuat laporan polisi atas penganiayaan yang dilakukan adik HS dan adiknya ES.
” Kalau kami tidak menghidar mungkin kejadiannya lebih parah lagi, dan peristiwa itu banyak disaksikan oleh masyarakat setempat ” ungkap PR.
Secara terpisah Kepala Satpam PT.PP Lonsum Gunung Melayu, Pelti Naibaho sekaligus Humas saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon seluler membenarkan dua orang petugas scurity yang sedang melaksanakan tugas mendapat penganiayaan saat akan menganankan pelaku pencurian kelapa sawit di areal kebun PT.PP Lonsum Gunung Melayu.
“Ya benar itu pak, kedua scurity korban penganiayaan itu sudah membuat pengaduan ke Polsek Pulau Raja”. tandasnya. (Paimin).










