KARIMUN, Potretnusantara.id-Bahan Bakar Minyak (BBM) semua jenis di SPBU Poros Kembali kosong mejadikan masyarakat ingin mengetahui laporan pendistribusian BBM tersebut.
Adrison, S.H yang juga merupakan Advokat ini mencoba membuat suatu kalkulasi dengan perhitungan berdasarkan kuota yang masuk beberapa hari yang lalu.
Dia menjelaskan, sekira tanggal 12 September 2024 lalu dia membaca di salah satu berita online dimana di SPBU Poros masuk BBM jenis pertalite 180 ton, bio solar 50 ton dan pertamax turbo 10 ton dan di SPBU Coastal Area jenis pertalite 200 ton.
“Coba kita kalkulasi ya, 180 ton artinya 180.000 liter. Jika dihitung masuk minyak dengan putusnya yaitu masuk tanggal 12 dan putus tanggal 18 artinya artinya 7 hari. Nah 180.000 jika di bagi 7 maka hasilnya 25.714 liter/hari yang didistribusikan, nah kita anggap setiap kendaraan yang isi 50liter ini dah cukup bayak tapi anggaplah berarti ada sekitar 514 kendaraan yang mengisi BBM, apa mungkin? tiap hari loh,”katanya heran.
Dikatakatakan, dari perhitungan yang dia kalkulasikan tidak mungkin kendaraan yang telah melakukan pengisian di hari pertama kemudian melakukan lagi pengisian di hari kedua.
“Mustahil kan satu kendaraan mobil yang notabene misalya melakukan pengisian hari ini 50 liter dan besoknya lagi melakukan pengisian 50liter, kan tidak mungkin,”katanya meyakinkan.
Alasan lain yang menurutnya kenapa harus melakukan pemeriksaan pendistribusian di SPBU tersebut mengingat di Pulau Karimun besar ada tiga SPBU dan satu agen.
“Artinya SPBU Poros bukan satu satunya di Karimun, masih ada yang lain. Kecuali cuman dia mungkin kita masih maklumlah cepat habis, tetapi kan masih ada yang lainnya untuk melakukan pelayan pengisian BBM,”jelasnya.
Dia berharap para pihak terkai melakukan pengecekan dan memberikan hasilnya secara terbuka kepada publik sehingga tidak menjadi bias issunya di masyarakat.
“Menurut saya ini penting, ada keterbukaan terhadap publik,”harapnya.
ery










