SOLOK, Potretnusantara.id – Pemerintah Kota Solok mengundur pelaksanaan Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) 2026 sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap masyarakat Kabupaten Solok, khususnya warga Arosuka yang tengah menghadapi musibah bencana.
Keterangan tersebut disampaikan Wali Kota Solok Dr. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM, melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok Nurzal Gustim, S.STP, M.Si, selaku Ketua Seksi Humas Rang Solok Baralek Gadang, dalam keterangan pers resminya.
Nurzal menjelaskan, sebagai bagian dari “Entitas Solok”, masyarakat Kota Solok turut merasakan duka atas musibah yang terjadi di Arosuka, Kabupaten Solok. Karena itu, Pemerintah Kota Solok mengambil langkah penyesuaian terhadap sejumlah agenda yang telah dipersiapkan sebelumnya.
“Sebagai bagian dari Entitas Solok, maka masyarakat Kota Solok juga merasakan duka dan memberikan empati terhadap musibah di Arosuka Kabupaten Solok, ” demikian disampaikan dalam keterangan pers tersebut.
Menurutnya, Pemerintah Kota Solok sebelumnya telah mempersiapkan diri sebagai tuan rumah pembukaan Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Barat (PorProv) XVI. Pada waktu yang bersamaan, Kota Solok juga dijadwalkan menjadi lokasi penyelenggaraan RSBG 2026.
Sebagai bentuk empati, Pemko Solok kemudian memutuskan melakukan penyesuaian terhadap pelaksanaan agenda tersebut. Langkah itu ditindaklanjuti dengan surat Wali Kota Solok kepada Gubernur Sumatera Barat Nomor B/000/48/DISPORA-2026 tentang Pembukaan PorProv dan Penyelenggaraan RSBG.
Meski secara resmi belum ada tanggapan atas surat Wali Kota tersebut, berdasarkan informasi yang berkembang, pelaksanaan PorProv XVI tetap dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 14 Oktober 2026.
Sementara untuk acara pembukaan PorProv, pelaksanaannya dipindahkan ke Kantor Gubernur Sumatera Barat.
Adapun RSBG 2026 yang semula dijadwalkan pada 3 Oktober 2026, berdasarkan kesepakatan Wali Kota Solok bersama Ketua KAN, Ketua LKAAM, dan Ketua Bundo Kanduang, diundur menjadi 10 hingga 13 Oktober 2026.
“Rang Solok Baralek Gadang 2026 yang semula dijadwalkan pada tanggal 3 Oktober diundur penyelenggaraannya menjadi 10–13 Oktober 2026, ” jelas Nurzal dalam keterangan pers tersebut.
Di sisi lain, Kota Solok tetap menjadi tuan rumah bagi lima cabang olahraga PorProv XVI, yakni taekwondo, hapkido, aerosport, angkat berat, dan angkat besi.
Penyelenggaraan kelima cabang olahraga tersebut tetap berlangsung sesuai rencana pada 3 hingga 14 Oktober 2026. Penyesuaian hanya dilakukan terhadap acara pembukaan PorProv.
Tidak hanya mengubah jadwal, Pemerintah Kota Solok juga melakukan penyesuaian terhadap tema RSBG 2026. Jika sebelumnya mengusung tema “Sawah Dijago, Budaya Dipusako” dengan konsep Festival 13 yang melibatkan 13 nagari, tahun ini RSBG dikemas dengan semangat yang berbeda.
Tema baru yang diusung adalah “RSBG—Bangkit Bersama dengan Arosuka.”
Tema tersebut menjadi pesan solidaritas Kota Solok terhadap masyarakat Arosuka yang sedang menghadapi musibah. RSBG diharapkan menjadi ruang untuk saling menguatkan, merawat persaudaraan, sekaligus menunjukkan bahwa masyarakat Arosuka tidak berjalan sendiri dalam menghadapi bencana.
“Mari kita jadikan RSBG sebagai ruang untuk saling menguatkan, merawat persaudaraan, dan menunjukkan bahwa dunsanak kita di Arosuka tidak akan pernah berjalan sendiri menghadapi musibah, ” demikian pesan yang disampaikan dalam keterangan pers tersebut.
Semangat badunsanak juga tercermin dalam ungkapan adat Minangkabau yang turut disampaikan:
“Malang sakijok mato nan mujua sapanjang hari, Usah dituruik hati ibo sagalonyo suratan Illahi, Mari kito duduak samo randah tagak samo tinggi, Saciok bak ayam sadanciang bak basi.”
Pemerintah Kota Solok juga mengajak seluruh masyarakat dan 13 nagari yang tergabung dalam Kubung 13, baik yang berada di Kota Solok maupun Kabupaten Solok, untuk bersama-sama menyukseskan RSBG 2026.
“Kota Solok hadir untuk Arosuka. Bangkit bersama, kuat bersama, ” menjadi semangat yang diusung dalam penyelenggaraan RSBG tahun ini.
Dengan perubahan tersebut, RSBG 2026 tidak hanya diarahkan sebagai agenda budaya dan pariwisata, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan masyarakat Solok untuk memperkuat persaudaraan dan menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat Arosuka yang tengah menghadapi musibah.(Yp)








