Karimun, Potretnusantara.id – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Karimun AKBP Jamaluddin Syarief Nur hadir lansung bersama staf BNN dalam kegiatan sosialisasi pencegahan Narkotika dan HIV/AIDS dilingkungan sekolah dan masyarakat di Aula Kantor Kelurahan Buru, Kecamatan Buru, Kabupaten Karimun. Kamis (19/12/2024).
Kegiatan tersebut dibuka Camat Buru Muhammad Rahendra dan dihadiri para Uspicam Buru, Kapolsek Buru, Kepala UPT KSOP Buru, Ka UPT Dishub Buru, Ka UPT PLN Sub Buru, Ka Kua Buru, Ketua LPM, Ketua Pemuda, guru dan siswa SMP, SMA serta para tokoh-tokoh termasuk perwakilan RT dan RW.
Camat Buru Muhammad Rahendra menyampaikan bahwa penanggulangan penyebaran narkoba dan penyebaran HIV/AIDS salah satu nawacita Presiden ke 7 Republik Indonesia Bapak Joko Widodo yaitu Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).
PPK diharapkan agar bangsa ini dapat bersaing di era global dengan tetap berakar pada budaya dan karakter bangsa, namun PPK dikalangan peserta didik saat ini mendapatkan tantangan yang cukup berarti salah satunya adalah penyebaran HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba.
“Kita sebagai orang tua, pendidik dan pemerintah, bersama-sama dalam mendidik generasi muda kita agar jangan mencoba menggunakan narkoba dan menghindari seks bebas agar terhindar dari penularan HIV/AIDS,” ujar Hendra.
Lanjut Hendra, keberhasilan suatu bangsa diawali oleh keberhasilan dalam hal membina generasi mudanya dan kehancuran suatu bangsa diawali oleh kehancuran generasi mudanya.
“Banyak hal yang bisa menyebabkan kehancuran generasi muda, diantaranya berawal dari prilaku hidup yang tidak sehat dan tidak semestinya,” ungkapnya.
Sementara itu, Lurah Buru Zulkarnain menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap narkoba dan penularan HIV/AIDS karena banyaknya korban yang telah terjerumus dalam kasus penyalahgunaan narkoba dan kasus positif HIV/AIDS.
“Penyalahgunaan narkoba adalah musuh besar yang harus kita hadapi mengingat penyebaran narkoba saat ini hampir tidak dapat dicegah, upaya untuk pemberantasan pun sudah sering dilakukan, namun masih sedikit kemungkinan menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa,” kata Zulkarnain.
Ia menambahkan, upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan narkoba yaitu pendidikan keluarga. Dimana, orang tua diharapkan dapat mengawasi dan mendidik anaknya untuk selalu menjauhi narkoba.
“Kami berpesan pada anak anak kami jauhi narkoba,kalian adalah generasi emas yang berperan dalam keberhasilan negara. Narkoba bukan solusi tetapi setan yang menjerumuskan dan menghancurkan,” tuturnya.
Dalam materi yang disampaikan oleh Kepala BNN Kabupaten Karimun AKBP Jamaluddin Syarief Nur bahwa peredaran narkoba saat ini sangat mengkhawatirkan, rasa ingin tahu yang banyak menjerumuskan para pecandu untuk mencoba memakai narkoba walaupun ada diantara mereka yang mengetahui dampak negative narkoba pada diri.Jaringan peredaran narkoba yang teroganisir dan melibatkan uang yang banyak tentu menjadi bahaya yang harus diwaspadai.
Indonesia yang berada di posisi yang strategis dan terdiri atas ribuan pulau-pulau kecil yang kadang tidak terpantau oleh aparat menjadi santapan para pengedar dan Bandar narkoba untuk menyelundupkan narkoba baik transit menuju negara-negara Asia, Eropa ataupun Australia. Jumlah penduduk Indonesia yang menempati posisi 4 dunia tentu menjadi pangsa pasar yang menggiurkan.
Hal ini yang menjadikan Indonesia kini tidak hanya menjadi Negara transit penyelundupan narkoba, tetapi juga menjadi basis produksi dan peredaran narkoba dalam negeri. Hal ini juga dapat dilihat dari banyaknya pabrik atau lab-lab tempat produksi narkoba yang dibongkar baik oleh aparat Kepolisian maupun BNN.
“Semoga kegiatan yang diadakan pemerintah kelurahan Buru ini menjadikan bagian peran untuk ikut mencegah peredaran dan penggunaan narkoba di wilayah kita ini pada khususnya,” ujar AKBP Jamaluddin Syarief Nur.
Diketahui Materi terakhir tentang penyakit menular HIV yang disampaikan oleh pihak tenaga kesehatan puskesmas Buru. (Ery)










