PADANGSIDIMPUAN, Potretnusantara.id – DPC APRI apresiasi tanggapan Kapolda Sumatera utara Irjen Pol Panca Simanjuntak dan juga Kapolres Mandailing Natal AKBP H.M.Reza terkait tambang masyarakat di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Masyarakat berharap kepada seluruh jajaran pemerintah mulai dari pemerintah desa, Kecamatan dan juga pemerintah kabupaten mandailing natal ( Madina ) untuk menyelesaikan masalah ini, hal itu diucapkan Onggara Lubis selaku Ketua DPC APRI kabupaten mandailing natal. Minggu. (13/3/2022).
Pasalnya terkait pemukulan seorang jurnalis jepri barata lubis di Kabupaten Mandailing Natal pada beberapa hari yang lalu bapak Onggara Lubis angkat bicara.
“Bila masalah ini di berikan solusi yang baik maka masyarakat penambang akan terayomi dan sangat berpotensi menambah pendapatan daerah ( pad ) dan sudah sepatutnya masyarakat mendapat perlindungan dari pemerintah daerah untuk memperjuangkan legalitas yang sah,” ungkap Onggara Lubis saat di temui awak media di kantor dpc apri Kabupaten Mandailing Natal.
Mengingat saat ini semenjak virus corona yang melanda di negara Republik Indonesia ini khususnya Kabupaten Mandailing Natal.
Para penambang emas yang umumnya di Kabupaten Mandailing Natal berjumlah 12 kecamatan yang umumnya menggantungkan hidupnya dari pekerjaan sebagai penambang.
“Maka dari itu kita sebagai ketua dpc asosiasi penambang rakyat indonesia ( apri ) turut berjuang agar supaya para penambang dapat legalitas yang sah di kabupaten mandailing natal ini,”katanya
Dikatakan, APRI sudah ikut berjuang untuk masyarakat kabupaten mandailing natal demi terwujudnya di 30 wilayah untuk di jadikan WPR kepada pemerintah kabupaten mandailing natal yang selanjutnya untuk di usulkan ke pemerintah propinsi sumatera utara untuk di tetapkan menjadi wilayah pertambangan rakyat ( WPR ).
Dan terkait pemukulan yang di alami oleh wartawan di kabupaten madina ini yaitu saudara Jepri Barata Lubis kita dapat menilai akibat lambannya pemerintah Kabupaten Mandailing Natal menyikapi keluhan keluhan masyarakat.
Menurutnya, pemerintah kabupaten semestinya sigap dan cepat menanggapinya tentunya masyarakat akan bekerja menambang di lokasi yang sudah di tentukan sebagai zona pertambangan yang jelas.
“Namun kita sangat menyangkan kejadian itu karena kita sesama putra daerah dang yang masih bisa di bilang ada kaitan persaudaraan,” ungkap Onggara Lubis Ketua DPC APRI.
H. Siregar.










