NATUNA, Potretnusantara.id-Minyak dan Gas (Migas) Natuna merupakan cadangan terbesar di dunia Internasional. Kabupaten Natuna, Kepri terletak di ujung Utara Indonesia setelah mendapat perhatian Internasional, kini Pemerintahan Pusat menjadikan Natuna skala perioritas dalam peningkatan infrastruktur dasar.
Perairan Natuna berbatasan dengan Laut China Selatan yang menjadi rebutan China dengan sejumlah negara di Asia seperti Vietnam, Filipina, Taiwan, dan Malaysia. Besarnya kandungan minyak dan gas bumi di Laut China Selatan ini tak selalu menjadi rebutan banyak pihak.

Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni menyampaikan kekayaan Migas Natuna merupakan cadangan terbesar dunia.
“Perusahaan Migas Dunia Internasional seperti Medco E&P Natuna Pte Ltd dan Premier Oil Natuna Sea B.V.sudah lama beroperasi di laut Natuna,” terang Ngesti.
Berdasarkan data dari SKK Migas, laut Natuna kini diramaikan perusahaan Migas dari luar Indonesia.

Tambah Ngesti, akan hal ini Pemerintah Pusat dan Daerah kini memberi perhatian khusus kepada Kabupaten Natuna. Selain itu, Di masa pemerintahan Presiden Jokowi sangat menaruh perhatian khusus terhadap pembangunan dan masyarakat Natuna.
BLOK PRODUKSI
Produksi migas tersebut berasal dari:
- South Natuna Sea Block B
Blok ini dioperasikan oleh Medco E&P Natuna Pte Ltd, unit usaha PT Medco Energi Internasional Tbk. Adapun produksi minyak sebesar 14.862,9 barel per hari (bph) dan gas 171,9 MMSCFD. - Natuna Sea Block A
Blok ini dioperasikan oleh Premier Oil Natuna Sea B.V. Adapun produksi minyak di blok ini sebesar 2.193,7 bph dan produksi gas 213,3 MMSCFD. - Blok Kakap
Blok ini dioperasikan oleh Star Energy (Kakap) Ltd. Adapun produksi minyak 1.412,5 bph dan gas 17,5 MMSCFD.
Sementara ada satu blok yang sudah eksploitasi tapi tidak berproduksi, yakni Blok Sembilang yang dioperasikan PT Mandiri Panca Usaha.

BLOK PENGEMBANGAN
Adapun dua blok masih dalam tahap pengembangan dan belum berproduksi yaitu:
- Duyung
Dioperasikan West Natuna Exploration Limited, dengan perusahaan holding Conrad. - North West Natuna
Blok ini dioperasikan Mitsui Oil Exploration Co Ltd, dengan perusahaan holding Mitsui.
BLOK EKSPLORASI
Sedangkan tiga blok eksplorasi lainnya yaitu:
- Anambas
Blok ini dioperasikan oleh Kufpec Indonesia (Anambas) B.V., unit usaha Kufpec. - North Sokang
Blok ini dioperasikan oleh PT Medco Energi Natuna Timur, unit usaha PT Medco Energi Internasional Tbk. - Tuna
Dioperasikan oleh Premier Oil Tuna B.V.

Ketiga blok eksplorasi tersebut masih belum berproduksi.
Selain sembilan blok migas tersebut, ada satu blok yang memiliki potensi hidrokarbon sangat besar namun hingga saat ini belum juga bisa dieksplorasi dan dikembangkan lebih lanjut, yakni Blok East Natuna.
Blok East Natuna memiliki potensi hingga 222 triliun kaki kubik (TCF). Namun, karena besarnya kandungan karbon dioksida di blok ini, yakni mencapai 71%, membuat gas yang bisa dieksploitasi hanya sebesar 46 TCF. Meski turun drastis, namun potensi ini jauh lebih besar dibandingkan cadangan Blok Tangguh dan Blok Masela.
Kalit










