Potretnusantara.id, Natuna – Di bawah kepemimpinan Bupati Natuna Cen Sui Lan, Kabupaten Natuna terus menunjukkan transformasi besar sebagai wilayah perbatasan strategis Indonesia.
Salah satu capaian paling menonjol adalah keberhasilan mendorong Pelabuhan Selat Lampa menuju pelabuhan bertaraf internasional yang kini diproyeksikan menjadi gerbang maritim dan pusat ekspor-impor di wilayah utara NKRI.
Langkah besar tersebut menjadi tonggak penting dalam pembangunan maritim Natuna sekaligus mempertegas posisi daerah perbatasan sebagai beranda depan Indonesia di jalur perdagangan internasional.
Melalui perjuangan dan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Natuna berhasil mendorong percepatan revitalisasi serta pengembangan Pelabuhan Selat Lampa yang resmi menyandang status pelabuhan internasional sejak Juli 2025.
Pada tahun 2026, pembangunan tahap lanjutan pelabuhan mulai dilaksanakan dengan dukungan anggaran APBN dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia sebesar sekitar Rp28 miliar.
Revitalisasi tersebut difokuskan pada peningkatan fasilitas pelabuhan penumpang, kawasan logistik, terminal ekspor-impor hingga penguatan infrastruktur pendukung lainnya guna memenuhi standar pelabuhan internasional.
Bupati Cen Sui Lan bahkan turun langsung meninjau progres pembangunan Pelabuhan Selat Lampa pada awal Mei 2026. Dari hasil peninjauan, progres awal pembangunan telah mencapai sekitar 5 persen dan ditargetkan berjalan secara multiyears selama tiga tahun ke depan.
Bagi Cen Sui Lan, pengembangan Pelabuhan Selat Lampa bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan langkah strategis memperkuat konektivitas nasional, pertumbuhan ekonomi dan kedaulatan Indonesia di kawasan perbatasan.
“Selat Lampa akan menjadi gerbang maritim internasional Natuna yang mendukung konektivitas perdagangan, distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di wilayah utara Indonesia,” ujar Cen Sui Lan.(13/5)
Keberhasilan menghadirkan pelabuhan bertaraf internasional di Natuna juga menjadi bukti semakin besarnya perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan kawasan terluar Indonesia.
Selain fokus pada Selat Lampa, Pemerintah Kabupaten Natuna juga terus memperjuangkan modernisasi sejumlah pelabuhan lain di wilayah kepulauan seperti Midai, Pulau Laut, Serasan, Subi hingga Pulau Tiga melalui pengajuan reviu Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN).
Penguatan infrastruktur pelabuhan tersebut dinilai sangat penting karena bagi masyarakat Natuna, transportasi laut merupakan urat nadi kehidupan yang menopang distribusi kebutuhan pokok, pendidikan, kesehatan hingga pertumbuhan ekonomi antar pulau.
Transformasi Pelabuhan Selat Lampa kini menjadi simbol kebangkitan maritim Natuna di bawah kepemimpinan Cen Sui Lan. Dari wilayah perbatasan yang dahulu terbatas akses konektivitasnya, Natuna perlahan tumbuh menjadi kawasan strategis maritim Indonesia yang siap terhubung dengan jaringan perdagangan internasional.(Kalit)









