Karimun, Potretnusantara.id – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Tanjung Balai Karimun menggelar Apel Kesiapan Penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran tahun 2026 M / 1447 H di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Jum’at, (13/3/2026) sore.
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kepala KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun, Capt. Supendi dan melibatkan berbagai instansi terkait diantaranya Basarnas, Kejari, Polsek Kawasan Pelabuhan, BC, Lanal, Karantina, Pelindo, Imigrasi, dan pimpinan Pelayaran.
Kegiatan ini ditandai dengan penyematan pita tanda di mulainya posko terpadu angkutan laut lebaran tahun 2026 M / 1447 H kepada perwakilan anggota yang ditunjuk.
Kepala KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun, Capt. Supendi mengatakan bahwa posko ini berfungsi sebagai pusat informasi, koordinasi, dan respon cepat terhadap berbagai dinamika di lapangan.
Selain itu, termasuk kondisi cuaca, kelaiklautan kapal, kesiapan pelabuhan, keselamatan
pelayaran, serta pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa
transportasi laut.
“Terhitung sejak hari ini, 13 hingga 30 Maret 2026, kami membuka posko pengamanan yang beroperasi di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun untuk melayani dan membantu para pemudik,” ujar Capt. Supendi.
Supendi memperkirakan estimasi jumlah penumpang tahun ini naik sekitar 5 persen dari tahun sebelumnya.
“Puncak arus mudik diprediksi akan terjadi pada tanggal 18-19 Maret 2026,” jelasnya.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik tahun ini, Supendi menyebut telah mempersiapkan armada sebanyak 55 unit kapal ferry, 88 speedboat, 1 kapal Pelni KM Kelud, kapal ready 2 unit dan 2 unit kapal Roro.
“Kita juga sudah siapkan kapal tambahan untuk mengantisipasi potensi lonjakan penumpang yang terjadi di pelabuhan Tanjung Balai Karimun,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Ia juga menegaskan untuk wilayah Tanjung Balai Karimun tidak ada kenaikan tiket penumpang.
“Walaupun terjadi lonjakan penumpang yang signifikan tiket tetap tidak kita naikkan. Kalau misalnya ada agen yang menaikan harga tiket mohon infokan ke KSOP biar kami berikan tindakan,” tegasnya.
Pantauan di lapangan, usai apel kesiapan penyelenggaraan angkutan laut lebaran tahun 2026 M / 1447 H dilanjutkan dengan Pelaksanaan Fire Drill and Man Overboard Drill untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat dilaut. (Ery)










