Potretnusantara.id, Natuna – Gedung DPRD Kabupaten Natuna, Kamis pagi (4/9/2025), menjadi pusat perhatian ketika puluhan mahasiswa STAI Natuna yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar audensi dengan pimpinan DPRD. Kehadiran mereka untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait isu pembangunan, ekonomi, hingga kebijakan daerah.
Audensi dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Natuna Rusdi, didampingi Wakil Ketua II Wan Aris Munandar. Hadir pula Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Efendie, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla, Kepala Bakesbangpol Helmi Wahyuda, serta sejumlah anggota DPRD dan pejabat utama Polres Natuna.
12 Tuntutan Mahasiswa
Dalam kesempatan itu, mahasiswa STAI dan HMI Natuna membacakan 12 poin tuntutan. Beberapa di antaranya mendesak Pemda mempercepat serapan anggaran, membuka akses ekspor hasil laut dari Natuna, menindak pertambangan pasir kuarsa yang dinilai melanggar aturan, serta menaikkan gaji guru. Selain itu, mereka juga meminta keadilan bagi kasus kematian Affan Kurniawan dan menolak tindakan represif terhadap gerakan rakyat.
Ketua HMI STAI, Fergiawan, menegaskan kondisi ekonomi Natuna saat ini lesu akibat belum dibayarkannya utang pihak ketiga dan TPP ASN. “Kami meminta DPRD menyurati Bupati Natuna agar segera menyelesaikan kewajibannya. Rakyat tidak boleh jadi korban,” ujarnya dalam forum.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua II DPRD Wan Aris Munandar menjelaskan bahwa efisiensi anggaran tahun 2025 merujuk pada Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025, sehingga sejumlah kegiatan pembangunan tertunda. Namun ia menegaskan DPRD tetap fokus mendorong penyelesaian pembayaran utang pihak ketiga serta TPP ASN.
Sementara itu, Ketua DPRD Rusdi menyampaikan apresiasi atas kedatangan mahasiswa. “Tuntutan adik-adik mahasiswa sudah kami terima. Semua akan diproses dan ditindaklanjuti sesuai fungsi DPRD. Kami berharap aspirasi ini bisa menjadi pijakan untuk kemajuan Natuna ke depan,” ungkapnya.
Selama audensi, Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Efendie hadir memastikan jalannya dialog berlangsung tertib, aman, dan kondusif. Kehadiran aparat kepolisian dan TNI turut menjaga suasana hingga kegiatan berakhir pukul 11.13 WIB tanpa gangguan.
Audensi ditutup dengan penandatanganan nota kesepakatan 12 tuntutan mahasiswa dan sesi foto bersama antara DPRD, mahasiswa, dan Kapolres Natuna. Nuansa kebersamaan dan keterbukaan dialog tercermin sebagai bentuk demokrasi yang sehat di Natuna.
Penulis kalit









