Potretnusantara.id, Natuna – Hilangnya seorang pemancing bernama Suhardiman Pasaribu (32) di perairan Pulau Kerdau, Kecamatan Pulau Panjang, Natuna, sejak Kamis (28/8/2025), mendapat perhatian serius dari para nelayan di Kecamatan Subi.
Begitu kabar kehilangan itu beredar, para nelayan Subi langsung merespons cepat dengan menyebarkan informasi melalui radio komunikasi laut serta grup WhatsApp Nelayan Subi Bersatu. Tujuannya agar para nelayan yang sedang berada di perairan sekitar Subi hingga Kerdau lebih waspada dan ikut membantu pencarian.
Salah seorang nelayan Subi mengungkapkan, kondisi cuaca di laut saat ini memang cukup ekstrem.
“Sekarang angin kencang, makanya sebagian besar nelayan Subi tidak turun melaut. Tapi besok diperkirakan angin mulai menurun. Informasi hilangnya nelayan Kerdau sudah kami sebarkan agar kawan-kawan nelayan lain bisa ikut memperhatikan,” ungkapnya.(30/8)
Langkah cepat para nelayan Subi ini diharapkan dapat mempercepat temuan tanda-tanda keberadaan korban, mengingat mereka yang sehari-hari beraktivitas di laut memiliki jangkauan pengamatan lebih luas.
Sementara itu, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Unit Siaga SAR Serasan, Pemerintah Kecamatan Pulau Panjang, Posal Serasan,Subi, Polsek Serasan, Koramil Serasan,sub Koramil Subi, sub Polsek Subi serta perangkat desa terus melakukan penyisiran menggunakan RIB 03 Natuna.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna, Abdul Rahman, menyebut pihaknya sangat mengapresiasi respon masyarakat nelayan yang ikut membantu penyebaran informasi.
“Peran masyarakat, khususnya nelayan, sangat penting dalam operasi SAR. Mereka bisa menjadi mata dan telinga kami di lapangan. Semoga pencarian segera membuahkan hasil,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian masih berlangsung dengan fokus pada titik-titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban memancing.
Penulis kalit










