Karimun, Potretnusantara.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Karimun menggelar kegiatan Asistensi Relawan Anti Narkotika dalam Rangka KIE Sumber Daya Pembangunan Desa yang berlangsung di Gedung Nasional, Tanjung Balai Karimun. Rabu (7/5/2025).
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala BNN Kabupaten Karimun, Jamaluddin Syarief Nur, S.H., M.H., dalam rangka pembentukan Relawan Anti Narkoba pada Kelurahan Tebing, Kecamatan Tebing.
Sebanyak 50 Relawan yang berasal dari berbagai unsur masyarakat Kelurahan Tebing seperti Perangkat Kelurahan, Kader Posyandu, BKMT, TP-PKK, Karang Taruna, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Ketua RT/RW dan Duta Gendre SMA Negeri 5 Karimun dibekali materi tentang Narkoba, baik dari aspek Pencegahan, Pemberantasan, Pemberdayaan Masyarakat, Hukum, Rehabilitasi, hingga Teknik Komunikasi Efektif.
Kepala BNN Kabupaten Karimun, Jamaluddin Syarief Nur, S.H., M.H., melalui Penanggung Jawab Unit Kerja P2M sekaligus Penyidik BNN Kabupaten Karimun, Aidil Amril, S.H., mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi relawan anti narkoba terkait Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di wilayah Kelurahan Tebing.
“Asistensi ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman Relawan tentang bahaya narkoba dan upaya pencegahannya sehingga mereka dapat secara mandiri melaksanakan program P4GN,” ujar Aidil.
Aidil menekankan pentingnya peran serta Relawan Anti Narkoba sebagai garda terdepan untuk melakukan berbagai upaya pencegahan dan penyalahgunaan narkotika.
“Mereka sangat penting, diharapkan dengan keberadaan mereka dapat menurunkan tingkat kerawanan di kelurahan Tebing dari waspada menjadi siaga bahkan menjadi aman,” jelasnya.
Terpisah, Lurah Tebing Mardiana, S.H., berkomitmen untuk mendukung dan memfasilitasi kegiatan relawan anti narkoba dalam rangka melakukan upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di kelurahan Tebing.
Menurut Mardiana, pembentukan relawan anti narkoba adalah langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pencegahan narkoba.
“Kami akan bekerja sama untuk menciptakan kelurahan yang bersih dari narkoba. Dan saya yakin dengan kerja sama serta semangat yang kuat, kita dapat mencapai tujuan ini,” ucap Mardiana.
Sementara itu, salah satu peserta relawan anti narkoba, Siska (44) mengungkapkan asistensi ini sangat bermanfaat. Dirinya merasa lebih paham dan percaya diri untuk menjadi relawan anti narkoba setelah mengikuti asistensi ini.
“Saya merasa lebih paham tentang bahaya narkoba dan bagaimana cara mencegahnya. Saya siap menjadi relawan anti narkoba di kelurahan kami”. kata Siska dengan penuh semangat. (Ery).
Editor : Din










