Karimun, Potretnusantara.id – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nyanyang Haris Pratamura, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Karimun. Sabtu (29/3/2025).
Kunker Wakil Gubernur Kepri ke Pelabuhan dan Pasar Puan Maimun itu dilakukan untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan mudik bagi masyarakat. Selain itu, untuk memantau kestabilan harga bahan pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H.
Dalam kunker tersebut, Nyanyang didampingi oleh Bupati Karimun Iskandarsyah.
Turut hadir Kadis Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepri Aries Fhariandy, Kepala KSOP Captain Supendi, Asisten II Abdullah, Dinas Perhubungan Suhaimi, Kadis Perindag Basori, Kadis Pertanian Sukrianto Jaya Putra, Kabag Ekonomi Tohap Siahaan dan sejumlah pejabat kunci.
Wagub Kepri Nyanyang melakukan pemeriksaan menyeluruh. Ia mengawali kunjungan dengan meninjau ruang keberangkatan, pos keamanan lebaran, kemudian bergerak menelusuri berbagai fasilitas pendukung lainnya yang ada di pelabuhan.
Wagub Nyanyang mengatakan kunjungan kerja ini terkait monitoring dengan kegiatan yang ada di pelabuhan Tanjung Balai Karimun.
“Arus mudik tahun ini naik sekitar 10 persen, namun yang datang juga naik 10 persen, jadinya seimbang,” ujar Nyanyang.
“Secara keseluruhan, arus mudik di seluruh wilayah Kepri hampir sama dengan Karimun yang rata-rata terjadi kenaikan dari 10 hingga 12 persen,” sambungnya.
Nyanyang menyebut, semua posko lebaran mulai dari kepolisian, kesehatan hingga posko yang didirikan BUMN di Kepri khususnya di Karimun juga berjalan dengan baik.
“Koordinasi semua lintas sektoral berjalan dengan baik dan lancar dan mudah-mudahan arus mudik lebaran Idul Fitri tahun ini sudah tidak ada hambatan,” ungkapnya.
Setelah meninjau Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, rombongan melanjutkan kunjungan ke Pasar Puan Maimun. Dirinya mengunjungi berbagai lapak pedagang, termasuk penjual ayam, daging segar, dan sayur-sayuran.
Nyanyang juga menjelaskan kondisi pasar di beberapa wilayah Kepri yang ia kunjungi dalam beberapa hari terakhir.
“Memang harga bahan pangan di setiap daerah itu berbeda-beda, mulai dari Tanjungpinang, Batam dan Karimun. Satu hal yang kita minta, yang penting stok harus selalu ada,” kata Wagub Kepri.
Perbedaan kondisi harga pasar di tiga daerah di Provinsi tersebut dipengaruhi dari suplai dan pasokan bahan logistik. Di Karimun contohnya, cabai merah rata-rata dipasok dari Medan dan Jawa, bahkan saya dengar ada yang datang dari Malaysia juga.
Untuk itu, ia menekankan kepada Pemkab Karimun agar bisa menjaga kestabilan harga pangan sehingga tidak membebani masyarakat.
“Ini PR buat kita untuk kita ke depan,” katanya.
Pantauan awak media ini, selama di Karimun, Wagub Nyanyang tidak saja mengunjungi pelabuhan dan pasar Puan Maimun, namun dirinya juga melakukan peninjauan ke PT Karimun Granit dan pelabuhan Malarko. (Ery)
Editor : Din










