ASAHAN, Potretnusantara.id – Warga di sejumlah Wilayah di Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan tampak kurang antusias mengikuti pemilihan bupati dan wakil bupati serta Gubernur dan Wakil Gubernur, Rabu (27/11) ini.
Salah satu contoh terjadi di wilayah Desa Persatuan, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan. Pantauan wartawan meski hari sudah merangkak siang mendekati pukul 13.00 Wib namun di sejumlah TPS masih terlihat sepi. Sejumlah TPS pun tampak lengang, kursi yang disediakan panitia Pilbub Asahan dan Pilgub Sumut tampak kosong, kecuali hanya anggota KPPS dan para saksi dari pasangan calon.
Berdasarkan pantauan Potretnusantara.id di Desa Persatuan pada pukul 12.00 WIB sejumlah TPS masih tampak sepi. Keterangan yang diperoleh di TPS 1 jumlah DPT 337 pemilih yang datang untuk menyalurkan hak suaranya masih sekitar 142 orang.
Demikian juga di TPS 2 jumlah DPT 261 orang yang hadir ke TPS hanya sekitar 90 orang. Kemudian di TPS 3 dari jumlah DPT 226 yang hadir baru sekitar 80 orang, dan di TPS 4 dari jumlah DPT 459 orang hadir sekitar 187 orang.
“Sudah hampir jam satu dari jumlah DPT belum ada separuh yang hadir nyoblos bang. Mungkin faktor cuaca mendung serta gerimis sejak pagi jadi warga enggan datang ke TPS”, kata salah anggota KPPS kepada wartawan
Sementara itu Kepala Desa Persatuan Suganda yang dikonfirmasi wartawan juga membenarkan tingkat kehadiran Pilkada tahun ini dirasanya kurang dibanding Pileg dan Pilpres maupun Pilkada lalu.
“Saya juga sudah cek jam dua belas tadi baru 900 orang yang datang ke TPS, sedangkan jumlah DPT sebanyak 2500 orang, belum ada separuhnya,” ungkap Kades.
Menurut Kades banyak faktor lain penyebab warga tidak hadir ke TPS pada Pilbub kali ini, antara lain pertama tidak ada lawan pasangan calon (kotak kosong), kedua semerawutnya surat undangan nyoblos pindah ke TPS lain yang jaraknya lebih jauh, ketiga tidak adanya siraman.
“Baru kali ini Pilkada lawan kotak kosong, kalau ada lawan kan banyak tim suksesnya bisa saling untuk mengayo-ngayokan datang ke TPS”. tandas Suganda.
paimin
Editor : Din










