BATAM, Potretnusantara.id-Debat terbuka Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepualauan Riau berjalan dengan baik, debat terbuka tersebut yang diikuti oleh Pasangan Calon Ansar-Nyayang dengan Nomor Urut 1 dan Pasangan Calon Rudi-Rafiq dengan Nomor Urut 2 cukup memukau masyarakat Kepri.
Dalam debat ini, issu yang paling menarik perhatian adalah diangkatnya persoalan budaya antikorupsi di Kepulauan Riau serta terkait tata kelola pemerintahan yang akuntable.
pertanyaan ke empat ini muncul setelah Penelis membancakan bahagian yang akan dibahas oleh pasangan Wakil Gubernur Kepri oleh Prof. Dr. Hj. Sri Langgeng Ratnasari, S.E., M.M. yaitu tentang tata pemerintahan dan tata kelola birokrasi.
Kemudian diambil kode pertanyaan dengan huruf A yang pertanyaannya adalah survei KPK tahun 2023 tentang integritas di kepulauan Riau mengalami penurunan dibanndingkan tahun sebelumnya, hal menunjukkan budaya dan sistem anti korupsi yang belum sepenuhnya terbangun, bagaimana strategi paslon untuk membangun budaya anti korupsi dan juga sistem yang akuntable di Peropinsi Kepulauan Riau
Dalam kesempatan ini, yang mendapat tanggapan pertama adalah Wakil Gubernur dari Nomor Urut 1 Nyanyang, dia menjelaskan bahwa birokrasi dan sistem yang akuntable di Peropinsi Kepulauan Riau sudah berjalan dengan baik.
Menurutnya, strategi untuk membangun anti korupsi dan membangun pemerintahan yang akuntable telah selaras dalam program pemerintahan saat ini.
“Kalau yang belum ada kita lengkapi dan yang sudah ada kita sempurnakan,”katanya diacara debat di Hotel Radisson, Kota Batam.
Dia juga menambahkan, nantinya pihaknya akan membangun sentral agar seluruh Kabupaten Kota se Kepulauan Riau memiliki akses secara langsung.
“Jadi 7 Kabupaten Kota tidak mesti datang ke Pemerintahan Kepri, cukup melalui central digital,”ucapnya mantap.
Kemudian moderator memberikan waktu kepada Aunur Rafiq Calon Wakil Gubernur Kepulauan Riau dari Nomor Urut 1 kembali mempertegas, bahwa yang dipersoalkan adalan adanya penilaian dimana ada penurunan tahun 2023 jika dibandingkan dengan tahun sebelum.
Untuk itu, Pasangan Calon Nomor Urut 2, Rudi-Rafiq memiliki 3 (tiga) langkah untuk meningkatkan kembali kepercayaan publik terhadap penangan anti korupsi serta tentang akuntabilitas pemerintahan nantinya.
“Kita memiliki tiga langkah yaitu secara internal yang dikaitkan dengan tunjangan kinerja, kemudian eksternal serta melakukan pendampingan,”kata Aunur Rafiq disela debat terbuka, Sabtu (2/11) malam.
Dia menjelaskan, secara internal maksudnya adalah Gubernur adalah manajerialnya dalam melakukan tatakelola manajemen dan birokrasi dengan mengkoordir seluruh OPD-OPD yang ada, kemudian tunjangan kinerja, ini harus diselaraskan dengan capaian-capaian yang dilakukan oleh masing-masing OPD.
Selanjutnya external yaitu melibatkan stakeholder lainnya seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPN) untuk melakukan audit-audit untuk melihat atau menilai dari pekerjaan OPD-OPD dalam melakukan tata kelola dan juga masalah pelayanan publik.
Kalau pendampingan ini adalah merupakan komunikasi kepada OPD-OPD sehingga kita mengetahui kelemahan dan kekurangan yang dihadapi, dengan demikian kita dapat memperbaikinya.
“Contoh di Kabupaten Karimun, dari angka 75 sekarang naik menjadi angka 79. Kemudian Batam saat ini sudah diangka 78 artinya kenaikan integritas yang dilakukan melalui survei independen oleh KPK,”tutupmya.
Pantauan dilapangan, debat inti berjalan cukup baik dan tenang para calon berusaha memberikan pendapat yang baik dan elegan agar masyarakat mengerti tentang masing-masing calon.
nando










