Karimun, Potretnusantara.id – Calon Wakil Gubernur Kepri nomor urut 02, Aunur Rafiq mengatakan, antusias masyarakat akan perubahan sangat besar. Keinginan itu muncul karena banyak masyarakat yang merasa belum tersentuh oleh program pembangunan merata dari Pemprov Kepri.
“Setelah saya berjalan melakukan kampanye, saya turun ke Lingga, Bintan dan Tanjungpinang saya melihat ada suatu animo masyarakat yang menginginkan perubahan untuk mengganti pemerintahan di provinsi. Dan kita melihat semakin hari semakin tinggi,” ujar Aunur Rafiq saat dikonfirmasi pada Senin (28/10/2024).
Rafiq menyebut saat ini masyarakat menginginkan sentuhan dan kehadiran pemimpin yang bisa memberikan kesejukan dan ketenangan. Sehingga muncul gerakan-gerakan di medsos ingin ganti gubernur.
Kemudian, Rafiq mengaku bahwa dirinya juga pernah merasakan sendiri adanya gerakan-gerakan minta perubahan dari masyarakat saat Pilkada Kabupaten Karimun tahun 2020 lalu.
“Saya juga mengalami pada Pilkada tahun 2020 saat adanya keinginan perubahan dari masyarakat. Itu kita tidak boleh marah. Gerakan itu harus menjadikan kita introspeksi, apa yang menjadi kekurangan kita. Saat saya memimpin itu yang saya perbaiki, meskipun belum dapat semuanya,” bebernya.
Adapun keluhan yang disampaikan oleh masyarakat Bintan diantaranya sulitnya warga lokal memperoleh pekerjaan. Meskipun ada lapangan pekerjaan di perusahaan-perusahaan, namun anak tempatan sangat sulit menggapainya. Parahnya lagi, mereka harus membayar kepada para broker jika ingin bekerja di sebuah perusahaan.
“Mereka masuk ke perusahaan sangat sulit, bahkan ada yang harus membayar ke broker. Beda dengan kita di Karimun, perusahaan kita minta 70 persennya tenaga kerja lokal, itu kita tuangkan di Peraturan Bupati,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Rafiq juga mengakui jika banyak hal yang telah diperbuat oleh Pemerintah Provinsi Kepri. Namun, apabila dipercaya untuk memimpin Kepri dengan Calon Gubernur Kepri, Muhammad Rudi, Rafiq berjanji akan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada.
“Untuk yang sudah bagus kita lanjutkan saja. Tidak semuanya tidak bagus, kalau kita katakan semua tidak bagus maka kita salah, berarti kita tidak syukuri yang ada hari ini. Kita syukuri, tapi ada yang belum baik, maka itu yang perlu kita lakukan perbaikan”. pungkasnya. (Ery).
Editor : Din










