Karimun, Potretnusantara.id – Permasalahan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari warga Perumahan Bukit Cincin Asri (BCA), Poros, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun Kepulauan Riau (Kepri) masih belum menemukan titik terang.
Meski telah melakukan pertemuan bersama pihak pengembang/Developer PT Sinar Suman Pryanto (SSP) pada Selasa (22/10/24) siang, warga mengaku masih belum diberikan solusi apapun.
“Hanya melakukan pertemuan dengan pihak Developer yang dihadiri oleh Camat Tebing dan Lurah Pamak untuk menyampaikan permasalahan air yang tak kujung selesai sejak bertahun-tahun yang lalu,” kata Jumaidi salah seorang Warga Perum BCA Poros, kepada awak Media ini, Rabu (23/10/24) di salah satu Kedai Kopi.
Dalam pertemuan itu, lanjut Jumaidi, pihak Developer belum memberikan solusi apapun mengenai keluhan yang disampaikan oleh warga, yang dianggap tidak memberikan hasil yang memuaskan.
“Air itu kita bayar per kubik nya seharga Rp. 10.000,- tapi air yang kita dapat malah tidak sesuai dengan harga yang kita bayar, belum lagi resiko penyakit gatal-gatal dari air itu,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan, pada pertemuan itu pihak pengembang meminta kesempatan kepada warga untuk melakukan evaluasi lagi dengan pihak pengembang untuk dicarikan jalan keluarnya.
“Intinya kami belum dapat kepastian dari pihak Developer mengenai masalah ini. Kami tinggal disini bukan untuk waktu yang sebentar tapi waktu yang lama, tapi melihat pihak Pengembang seperti ini lama-lama kami jadi merasa tidak betah”. keluh Jumadi.
Menurut pihak Developer, PT. Sinar Suman Priyanto telah melakukan pengujian laboratorium pada tanggal 8 Oktober 2024 terkait air di perumahan dan hasilnya air layak pakai akan tetapi kadar garamnya memang tinggi sehingga tidak bisa lama-lama diendapkan airnya. Dan sudah mengajukan pemasangan PDAM ke Perusda Kabupaten Karimun. (Din).
Editor : RD









