Aceh Singkil, Potretnusantara.id – Dalam rangka memperkuat semangat kebersamaan dan menjaga kerukunan antar umat beragama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Aceh Singkil mengadakan pertemuan dengan Dandim 0109 Aceh Singkil, Letkol Moh. Mulyono, S.I.P.
Untuk diketahui, pertemuan ini bertujuan untuk membangun sinergi demi menciptakan keharmonisan di tengah masyarakat, terutama menjelang Pilkada Serentak 2024.
Ketua FKUB Aceh Singkil, Drs. H. Ramlan, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga kerukunan diantara umat beragama, baik secara internal, maupun dalam hubungan dengan pemerintah.
“Kerukunan ini adalah fondasi penting untuk menjaga Aceh Singkil tetap damai. Terlebih menjelang Pilkada, kita semua berharap proses demokrasi ini berlangsung sukses dan aman,” ujar Ramlan. Rabu (23/10/24) di Ruang kerja Dandim.
Ia juga menyampaikan program-program FKUB yang berfokus pada penguatan toleransi serta kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama.
“Dalam kesempatan tersebut, FKUB juga meminta arahan dari Dandim untuk terus memelihara kerukunan, khususnya di masa-masa penting seperti Pilkada,” terangnya.
Dandim 0109 Aceh Singkil, Letkol Moh. Mulyono, menyampaikan apresiasi kepada FKUB atas dedikasi mereka dalam menjaga kerukunan di wilayah Aceh Singkil.
“Kami sangat berterima kasih atas peran aktif FKUB, khususnya dalam menyongsong Pilkada damai. Perbedaan pendapat dalam pemilihan adalah hal wajar dan indah dalam demokrasi, namun yang utama adalah bagaimana kita tetap menjaga persatuan,” ungkap Dandim.
Ia juga menyoroti pentingnya peran para Dai Perbatasan, yang selama ini aktif membimbing umat di daerah terpencil, serta menyambut baik usulan FKUB untuk menghidupkan kembali budaya gotong-royong di tengah masyarakat.
“Usulan ini sangat baik, dan kami akan segera menginstruksikan kepada para Danramil untuk menindaklanjutinya bersama Babinsa di lapangan,” tambahnya.
Masih kata Letkol Moh. Mulyono, kegiatan Gotong-royong ini diharapkan tidak hanya menjadi bentuk kerjasama fisik, tetapi juga memperkuat hubungan antar warga, terlepas dari perbedaan agama dan keyakinan.
“Semangat kebersamaan ini diharapkan menjadi modal utama dalam menjaga Aceh Singkil sebagai daerah yang harmonis, damai, dan toleran. Dengan adanya sinergi antara FKUB dan TNI, masyarakat Aceh Singkil dapat terus menikmati kerukunan dan kedamaian, terutama di masa-masa yang rawan konflik seperti menjelang pemilu. Ini adalah bukti bahwa dengan kolaborasi dan semangat gotong royong, keharmonisan yang diidamkan dapat terwujud”. pungkasnya. (Mardin).
Editor : Din










