Karimun, Potretnusantara.id – Belakangan ini, persoalan sampah masih menjadi pemandangan menarik disetiap sudut Pulau Karimun Besar, namun masyarakat tidak lagi mengeluh dan berteriak seakan sudah pasrah dengan kebiasaan dimana sampah-sampah ditemukan menggunung dan terbiarkan.
Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Karimun terkait permasalah apa sesungguhnya yang terjadi sehingga sampah-sampah ini tidak dilakukan pengangkutan hingga menimbulkan bau tidak sedap.
“Hidung kita seolah dah terbiasa dengan bau busuk ini, soalnya hampir di semua tempat masalahnya sama,” kata Adilin salah satu warga yang melintas. Selasa (24/9/24).
Dia menambahkan, tumpukan sampah yang menggunung seolah sudah menjadi wisata baru bagi masyarakat Karimun. Masyarakat menganggap dengan kecilnya wilayah Karimun sudah pasti diketahui dan dilihat persoalan sesungguhnya tentang kondisi sampah saat ini.
“Apa mungkin pemkab tidak tahu, mustahil kan. Jadi kita anggap saja ini wisata baru yang diciptakan, walaupun baunya tidak enak tetapi itulah ciri khasnya,” katanya mengkritik.
Senada disampaikan Tini, dia mengaku heran dengan persoalan sampah yang tidak kunjung selesai. Menurutnya pemerintah tidak dapat menutup mata dan membiarkan begitu saja masalah sampah tersebut.
“Sebaiknya berkata jujur saja, kenapa harus begini,” tanyanya.
Dia menganggap dengan pembiaran seperti ini akan menimbulkan asumsi-asumsi yang tidak baik di tengah masyarakat, dia juga menyakini bahwa mereka tidak tenang juga menghadapi masalah sampah tersebut.
“Jujur sajalah, apalagi ini masalah Pilkada pasti banyak berfikiran liar. Masa sama sekali tidak ada upaya untuk mengangsur pengangkutan, malah di semua sudut dibiarkan menumpuk, coba lah kita harus berpendapat apa,” katanya.
Pantauan dilapangan, terlihat hampir di semua tempat penampungan sampah di Pulau Karimun Besar mengalami masalah yang sama, sampah dibiarkan menggunung dan belum ada upaya pengangkutan dari Dinas terkait. (Ery).
Editor : Din









