Karimun, Potretnusantara.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq mengungkapkan penyebab terjadi kekosongan Gas LPG 3 Kg di Kabupaten Karimun.
Rafiq menjelaskan, kekosongan tersebut terjadi karena adanya libur kerja dalam rangka hari Raya Idul Fitri 1445 H, sehingga kapal pengangkut tidak bisa loading dan tidak bisa mengambil tabung gas di Pertamina Tanjung Uban.
Selain itu, porter atau buruh-buruh juga libur semua sehingga terjadi hambatan untuk pengisian dan juga pembongkarannya.
“Gas LPG 3 Kg tidak langka, kebutuhannya terpenuhi tapi pada saat lebaran kapal tidak bisa melakukan pengisian dan juga pembongkaran,” ujar Bupati Karimun Aunur Rafiq, usai menghadiri acara puncak HKG-PKK Ke 52 di Gedung Nilam Sari, Poros. Jumat (19/4/2024).
Bupati Rafiq berharap tidak terjadi kepanikan tentang masalah gas LPG 3 Kg ini, insyaallah kebutuhan akan dapat terpenuhi.
“Memang terjadi antrian beberapa hari ini, saya mohon maaf dan sudah kita atasi,” pinta Rafiq.
Kemudian ia menyampaikan saat ini distribusi gas melon tersebut di Karimun sudah kembali normal seperti biasa.
“Hari ini ada masuk 12 ribu tabung, kemarin sekitar 5 ribu tabung dan ini sudah mulai di distribusikan. Bahkan kita minta kepada Pertamina hari Minggu kita juga bisa melakukan pengisiannya,” tuturnya.
Selanjutnya, ia menambahkan yang menjadi persoalan hingga saat ini kita sudah membangun SPBE tapi tidak bisa dialiri listrik dikarenakan disitu masuk zonanasi dari salah satu perusahaan listrik yang sudah diberikan izin oleh kementerian dan ini sudah berlangsung selama 8 tahun.
Kita juga sudah mengirimkan surat ke pusat supaya izin dari salah satu pemegang zona dikawasan itu dicabut dan upaya-upaya sudah kita lakukan namun ada beberapa hal yang tidak bisa kita lakukan karena kewenangannya berada di pusat.
“Pada bulan Mei ini mereka sudah mulai beroperasi, jika sudah beroperasi maka listrik bisa dialirkan ke SPBE. Artinya dalam waktu dekat SPBE Karimun bisa dilakukan pengisian dan kita tidak perlu lagi mengambil dari Tanjung Uban”. pungkasnya. (Ery)
Editor : RD










