ASAHAN, Potretnusantara.id- Di Desa Padang Mahondang, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara sejumlah warga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang juga penghuni Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tidak pernah mendapat bantuan sembako maupun bededah rumah.
Salah seorang diantaranya adalah Dermawati Br Purba, warga Dusun IX (Pardamuan) Desa Padang mengatakan, sudah lebih satu tahun lalu ia memiliki KKS tetapi sekalipun tidak pernah mendapat bantuan sosial, kecuali bantuan covid-19 sebanyak dua kali yakni, pertama paket sembako berupa beras, mie instan dan minyak goreng. Kemudian yang kedua mendapat bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp 600.000.
“Kalau bantuan sembako dari KKS saya sekalipun belum pernah menerima, juga bantuan bedah rumah sudah lama didata tapi belum ada dapat,” kata Dermawati Br Purba didampingi suaminya Irwan Dohar Siahaan (37) saat ditemui awak media di kediamannya, Jum’at (22/07).
Berdasarkan pantauan wartawan rumah yang ditempati keluarga miskin tersebut berukuran 5 x 4 meter, beratap rumbia dan dinding. Menurut pengakuan pasangan suami istri tersebut rumahnya itu sudah pernah didata untuk mendapat bantuan bedah rumah, tetapi sampai sekarang sudah bertahun-tahun lamanya belum juga mendapatkan bantuan program RTLH.
Lebih lanjut Dermawati Br Purba mengatakan, untuk membangun rumah sendiri untuk menjadi layak rasanya tidak mungkin. Sebab pekerjaan suaminya hanya pemanen kelapa sawit yang hasilnya tidak lebih dari Rp 50.000 perhari, itupun kalau sawit tidak terek. Sedangkan untuk menambah penghasilan demi kelangsungan hidup keluarganya Dermawati Br Purba terpaksa berjualan tuak milik abangnya yang berada di samping rumahnya.
“Kami berharap KKS ini bisa mendapat bantuan dan rumah kami bisa mendapat bantuan program RTLH,” imbuh Irwan Dohar Siahaan yang diamini Dermawati Pemegang nomor KKS 6013 0167 8972 5387 yang tertulis masa berlakunya sejak 04/21 sampai dengan 04/99.
Sementara itu Parnandus Siregar Kepala Dusun IX Desa Padang Mahondang non aktif ksaat dikonfirmasi melalui WhatsApp mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendataan terhadap warga dusun IX yang layak mendapatkan bantuan bedah rumah termasuk Irwan Dohar Siahaan yang kondisi rumahnya memang tidak layak.
” Sudah lama dilakukan pendataan, datanya sudah disampaikan di kantor desa, jumlahnya ada puluhan orang, tapi sampai sekarang memang belum terealisasi sepertinya program itu mandek (berhenti),” ungkap calon Kepala Desa Padang Mahondang itu.
Paimin










