MEDAN, Potretnusantara.id – Langkah sial dialami seorang wartawan Senior salah harian ternama di kota Medan berinisial HP masih kebingungan atas kejadian yang menimpa dirinya pada, Senin (11/7/2022) sekira Pukul 16.30 WIB.
HP menuturkan dia masih tidak habis pikir dan masih bingung sebab, saat dirinya pulang usai melakukan tugas liputan dari kabupaten Deliserdang, dan menuju Kota Medan melalui jalan bebas hambatan (jalan tol-red), mengendarai mobil Toyota Avanza warna silver, namun ditengah perjalanan, HP merasa letih dan mengantuk, lalu diapun menepikan mobil yang dikendarainya di tepi jalan Tol Balmera.
“Kodisi tubuhnya sangat lelah dan mengatuk luar biasa di jalan Tol, ketika menuju jalan pulang, karena itu berinisiatif menepikan mobil lalu istirahat dan tidur sebentar didalam mobil. Seingat aku mobil terkunci dari dalam. Namun terbangun, aku lihat Hand Phone Android merek Oppo dan uang sebesar Rp.600 ribu yang kuletakkan di Dash board mobil sebelah kiri sudah tidak ada lagi, anehnya, pintu mobil sebelah kiri juga sudah tidak terkunci, semua bahan, foto dan Nomor penting untuk bahan jurnalis berita ada dalam Handpone tsb ,”ungkap HP.
Atas kejadian itu, HP mengaku mengalami kerugian jutaan rupiah
“Kejadian yang menimpa saya ini murni pencurian. Sebab, ketika terbangun, pintu mobil sudah tidak terkunci. Handphone Android pun menduga ketika dia terlelap tidur di dalam mobil miliknya, tanpa kusadari ada orang yang membuka pintu mobilnya dan mengambil barang miliknya (HP dan Uang) yang terletak di Dash board depan di mobilnya.
”Kalau tidak salah aku menepikan mobil ku di pinggir jalan tol yang di dekatnya ada banyak rumah penduduk kalau tidak salah sekitaran daerah menteng, karena sudah sangat mengantuk, aku langsung tidur dan terlelap di dalam mobil. Ketika terbangun aku melihat HP dan uang sudah tidak ada lagi didalam mobil sementara pintu mobil sebelah kiri sudah posisi tidak terkunci dari dalam,”ujarnya.
Atas kejadian yang dialaminya, Horas Pasaribu berencana membuat pengaduan ke Polsek wilayah setempat berharap tidak lagi korban- korban berikutnya, karena tidak kondusif lagi.
Nurlince Hutabarat










