MEDAN, Potretnusantara.id — Anggota DPRD Medan Dame Duma Sari Hutagalung menuturkan bahwa, mudik (mulih dishik) maksudnya pulang kampung yang artinya adalah kegiatan perantau/pekerja untuk pulang ke kampung halamannya masing-masing sangat menyenangkan.
Mudik gratis secara bersama memiliki keistimewaan tersendiri, bisa gratis wah srnangnya, karena ada ketidak puasan bila tak tak mudik paska munculnya era Covit 19,
Ketidak puasan mudik dari pada mudik hanya lewat Mudik Vitual selama Covit 19 jelas ada. Mudik virtual biar aman! Memang sudah sepatutnya hari kemenangan dirayakan bersama orang-orang tersayang. Namun kali ini, kita semua masih terjebak dalam kondisi pandemi. Kita semua masih harus sama-sama berusaha untuk menekan angka penularan Covid-19. Tidak mudik bukan berarti tidak bisa merayakan Idulfitri dengan suka cita. Lewat mudik virtual, rindu kampung halaman bisa terobati tanpa harus korbankan orang terkasih.” tuturnya.
Untuk pergi mudik kita perlu melakukan banyak persiapan, seperti menyiapkan pakaian, persediaan makanan, buah tangan untuk saudara di kampung halaman, dan juga kondisi tubuh, keamanan kondisi rumah yang kita tinggalkan perlu kita sampaikan ke tetangga setidaknya atau ada yang menjaga rumah yang kita tinggalkan.
“Bertemu dengan keluarga besar, anfaat utama mudik Lebaran adalah kita bisa bertemu dengan keluarga besar orang tua kita, mungkin beberapa di antaranya sering kita temui, tapi pasti ada beberapa sanak saudara yang hanya bisa bertemu saat momen mudik ini. Dengan mudik kita gunakan waktu kita untuk bertemu dan mengenal dengan keluarga besar. Jangan sampai kita merasa asing dengan saudara kita sendiri,” tuturnya.
Terkadang juga, ada cerita-cerita seru yang hanya bisa kita dapatkan jika keluarga besar sedang berkumpul.
Seperti, “Mengenal Tradisi di Kampung Halaman Hampir setiap daerah mempunyai tradisi masing-masing.
Nah, saat mudik Lebaran kita bisa mempelajari dan juga mengenal tradisi-tradisi yang ada di kampung halaman, tapi tetap taati protokol kesehatan agar tetap fit dan bugar.
Seperti tradisi meugang di Aceh yang merupakan tradisi memasak daging dan menyantapnya bersama orang terdekat dan teman-teman yatim piatu,”
tuturnya.
Teman-teman bisa menanyakan tradisi apa yang menjadi ciri khas kampung halamanmu pada Saudaramu yang tinggal di sana.
Ditambahkannya,
“Pokoknya mudik itu menyenangkan seraya trus bersyukur…bersyukur karena Tuhan Yang Maha baik, maka patulah kuta trus mengucapkan syukur kepada Tuhan, Kiranya Pemudik diberi keselamatan dan kemudahan kembali ke Kota Medan selamat-selamat.
imbuh Dame Duma Sari
Nurlince Hutabarat










