JAKARTA, Potretnusantara.id – Pemerhati Anak Kak Seto di dampingi oleh Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) memberi apresiasi kepada jajaran Polsek Cengkareng yang telah bergerak cepat mengungkap, “Kasus kekerasan anak yang dilakukan oleh ART beberapa waktu lalu,” tuturnya.
Kak Seto selaku Pemerhati Anak didampingi LPAI dan Kapolsek Cengkareng Kompol Ardie Demastyo serta Kasi Humas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Moch Taufik Iksan menjelaskan, “Kami sangat berterimakasih karena berkat usaha dan doa masyarakat juga menumbuh kembangkan sikap menghargai sehingga penghargaan terhadap kinerja Polsek Cengkareng ini patut diterima Poksek Cengkareng, Kami yakin Kepolisian dapat menumbuh- kembangkan sikap pengamatan dan daya analitis secara estetik dalam suatu karya nyata untuk memahami dan merasakan makna yang disampaikan dari suatu karya agung dapat dilaksanakan guna penegakan hukum khususnya kasus anak,” tuturnya.
Kedatangannya kami bersama dengan LPAI ingin melihat langsung bagaimana kondisi psikologis anak dan motivasi pelaku hingga tega melakukan aksi kekerasan seperti itu
“Kami juga sangat mengapresiasi jajaran Polsek Cengkareng dan respon masyarakat yang telah dengan gerak cepat menanggapi kasus ini sehingga cepat diungkap oleh Kepolisian,” tutur Kak Seto di Mapolsek Cengkareng, Senin, (21/3/2022).
Kak seto menjelaskan saat ini kondisi korban sudah membaik dan mulai timbul percaya diri untuk berinteraksi.
“Hal ini kami membantu dan mendorong agar korban bisa kembali lagi pada kondisi psikis seperti sedia kala,” tutur kak seto.
Karena itu saya bersama LPAI membuka diri untuk membantu baik kepada pihak Kepolisan maupun korban dalam kekerasan anak dalam memberikan bantuan kemanusiaan untuk membantu psikis korban
Lanjut Kak Seto dalam kesempatan ini juga menyempatkan untuk berdialog dengan pelaku kekerasan yang dilakukan oleh ART di sebuah Perumahan Golf Lake Residence
“Pelaku pernah mengalami traumatic pada waktu masa anak anak dulu pernah mengalami kekerasan berdasarkan pengakuannya” jelas Kak Seto.
Pelaku mengakui menyesal atas perbuatan yang ia lakukan, apa yang pernah dirinya alami sehingga menimbulkan emosi yang meledak meledak “Kami juga akan melakukan pendampingan terhadap psikologi korban,” imbuh Kak Seto mengakhiri.
Nurlince Hutabarat










