KARIMUN, Potretnusantara.id- Ratusan karyawan subcon PT Saipem Indonesia Karimun Branch (SIKB) melakukan unjuk rasa.
Dalam hal ini, unjuk rasa yang dilakukan oleh Karyawan PT Arta Teknik Abadi (ATA) yaitu meminta agar gaji yang masih tertunda untuk segera dibayarakan.
Salah seorang karyawan PT ATA menyampaikan bahwa penundaan gaji sering kali terjadi oleh PT ATA yang merupakan salah satu subcon yang berada di PT Saipem.
“Penundaan gaji sudah sering terjadi ini sudah tiga kali ditunda. Tapi ini pihak perusahaan minta diundur lagi, bagaimana kami juga mempunyai kebutuhan yang tidak bisa ditunda-tunda,”ucap salah seorang karyawan PT ATA.
Disampaikan bahwa karyawan PT ATA telah melakukan unjuk rasa pada 07 Maret 2022, dan hari ini pihak karyawan PT ATA melakukan kembali penyetopan karyawan PT ATA saat masuk kerja di PT Saipem Indonesia Karimun Branch (SIKB), dan dilanjutkan dengan unjuk rasa yang dilakukan magrib sepulang kerja karyawan PT ATA.
“Semalam kita juga udah meminta hak kita, tapi nggak keluar juga, kini kita tadi pagi udah melakukan penyetopan karyawan PT ATA, dan ini kita meminta PT ATA agar mengeluarkan hak kita (gaji),”ucapnya.
Dengan begitu, para karyawan PT ATA pun bersikap tegas, dengan meminta perusahaan membayar denda sebesar 5 persen dari total gaji yang diterima jika perusahaan tetap tidak bisa membayar gaji sesuai waktu yang ditentukan.
“Kita meminta agar pihak PT bisa membayar gaji dengan segera jika tidak kita akan meminta denda 5% dari total gaji kita,”pungkasnya.
Ditegaskan jika pihak PT ATA tidak melakukan pembayaran gaji pada besok 09 Maret 2022 pihak Karyawan PT ATA akan melakukan unjuk rasa kembali sehingga bisa dikeluarkan hal mereka.
“Jika besok pagi tak dikeluarkan lagi kita akan unjuk rasa kembali Sampai hak kami dikeluarkan,”ucapnya.
Sementara itu, HRD PT ATA, Roni Lazuardy, saat dikonfirmasi menyatakan bahwa ia tidak dapat memberikan komentar apapun karena bukan haknya.
“Pak Manajer sedang di luar kota, saya tidak memiliki kapasitas untuk memberikan keterangan terkait hal ini,”pungkasnya.
Putri










