KARIMUN, Potretnusantara.id – Bayi bernama Habid Maulana, buah hati dari pasangan Kahirudin dan Febriani Sastrika mengidap tiga penyakit sekaligus. Yaitu, terlahir tanpa lubang anus atau penyakit Atresia Ani, penyakit jantung bawaan geser ke kanan atau Dekstrokardia dan pembengkokkan tulang belakang atau Skoliosis.
Saat ini Bayi berusia enam bulan, yang berada di Desa Lubuk, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) menanggung cobaan yang berat sejak lahir, Kondisi tersebut memaksa, harus Buang Air Besar (BAB) melalui lubang buatan sementara di sisi kiri perutnya sejak lahir.
Kedua orang tuanya terus berupaya agar putra kesayangannya itu, dapat segera sembuh dan dapat kembali ceria tanpa menahan rasa sakit seperti anak-anak lainnya.
Sang anak saat ini sudah mendapat rujukan ke salah satu rumah sakit di Pekanbaru, Riau. Hanya saja, keduanya tidak mampu dalam hal biaya untuk keberangkatan dan biaya hidup selama menjalani pengobatan di rumah sakit tersebut. Kondisi sulit yang dialami kedua orang tua Habid itu, ternyata sampai ke telinga Bupati Karimun, Aunur Rafiq.
Bupati langsung menemui keduanya di tempat tinggalnya sementara di Pelipit, Kelurahan Kapling, Kecamatan Tebing, Minggu (5/9).
Tidak sendiri, Bupati turut didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan, Rachmadi, Ketua TP PKK Karimun, Raja Azmah dan Baznas Kabupaten Karimun.
Dalam kesempatan itu, Bupati menyerahkan bantuan berupa uang tunai, paket sembako dan akan membantu agar bayi tersebut dapat difasilitasi oleh BPJS Pbi selama menjalani rujukan di Pekanbaru.
BPJS Pbi merupakan bagian dari program BPJS yang diperuntukan untuk masyarakat yang membutuhkan atau penerima Bantuan Iuran yang diperuntukan bagi fakir miskin dan orang tidak mampu.
“Orang tuanya tidak mampu dan selama ini mereka punya BPJS secara mandiri, jadi kita upayakan untuk alihkan ke BPJS Pbi karena di situ ada anggaran untuk keberangkatan dan biaya hidup selama menjalani rujukan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi.
Rachmadi menjelaskan, bahwa Hamid Maulana akan lebih dulu menjalani operasi pembuatan lubang anus di tempat yang seharusnya.
Setelah operasi berhasil, kata dia, Hamid akan menjalani operasi terhadap dua penyakit lainnya secara bertahap.
“Secara bertahap, Hamid akan lebih dulu operasi lubang anus karena memang pemulihannya bakal lama. Sehingga, tidak bisa langsung dilakukan operasi penyakit lainnya,” jelasnya.
Rachmadi menambahkan, bayi tersebut juga akan mendapatkan bantuan dari Baznas Kabupaten Karimun.
“Mari kita doakan semoga operasi anak kita Hamid Maulana berjalan lancar dan semua penyakit yang diidapnya diangkat oleh Allah SWT,” ucap Rachmadi.
Sementara itu, sang ibu Febriani Sastrika mengaku bersyukur atas kepedulian yang diberikan oleh pemerintah terhadap anak bungsunya tersebut.
“Saya sangat berterima kasih dan bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh bapak Bupati, karena memang kami tidak mampu untuk membawa hamid dirujuk ke Pekanbaru,” ucap Febriani.
“Kami memohon doa semoga anak kami operasinya berjalan lancar dan dapat segera sembuh,” tambahnya.
Putri









