• NASIONAL
  • KESEHATAN
  • ROHANI
  • SPORT
  • TEKNO
  • SOSOK
  • OPINI
  • ADVERTORIAL
  • INTERNASIONAL
Berita Berdasar Fakta
  • HOME
  • ANAMBAS
  • BATAM
  • KARIMUN
  • LINGGA
  • NATUNA
  • TANJUNG PINANG
  • BINTAN
    • DAERAH
      • ACEH
      • ASAHAN
      • BALI
      • BANGKA BELITUNG
      • BENGKALIS
      • MUSI BANYUASIN
      • DUMAI
      • JABAR
      • JATIM
      • KALIMANTAN
      • LABUHANBATU UTARA
      • MALUKU UTARA
      • MERANTI
      • MEDAN
      • PADANG LAWAS
      • PADANGSIDEMPUAN
      • PAPUA
      • ROKAN HILIR
      • ROKAN HULU
      • SULAWESI
      • TAPANULI SELATAN
      • TULANG BAWANG
No Result
View All Result
  • HOME
  • ANAMBAS
  • BATAM
  • KARIMUN
  • LINGGA
  • NATUNA
  • TANJUNG PINANG
  • BINTAN
    • DAERAH
      • ACEH
      • ASAHAN
      • BALI
      • BANGKA BELITUNG
      • BENGKALIS
      • MUSI BANYUASIN
      • DUMAI
      • JABAR
      • JATIM
      • KALIMANTAN
      • LABUHANBATU UTARA
      • MALUKU UTARA
      • MERANTI
      • MEDAN
      • PADANG LAWAS
      • PADANGSIDEMPUAN
      • PAPUA
      • ROKAN HILIR
      • ROKAN HULU
      • SULAWESI
      • TAPANULI SELATAN
      • TULANG BAWANG
No Result
View All Result
Berita Berdasar Fakta
No Result
View All Result
Home NATUNA

Pandangan Kapital Sosial Dan Pembangunan Di Indonesia

by Potret Redaksi
24 Juli 2021
in NATUNA
0
Pandangan Kapital Sosial Dan Pembangunan Di Indonesia
Bagikan di FacebookBagikan di WhatsappBagikan di TwitterBagikan di TelegramBagikan di PinterestBagikan di Email

ARTIKEL – Masalah kronis di Indonesia yang membuat negara begitu rapuh adalah hancurnya kapital sosial sebagai motor penggerak perajut dan modal total. Mustahil negara kaya ini bisa bangkit dan muncul jika jejaring sosial di dalamnya rusak, terisolasi, bahkan didekonstruksi. Padahal, keberhasilan Indonesia dalam pertumbuhan tidak terbatas pada intelejen individu (human capital), kekayaan alam yang melimpah (economic capital) dan keragaman budaya.

Namun, fokus pembangunan Indonesia adalah pada akumulasi kerja kolektif, yang ditanamkan oleh seluruh elemen anak bangsa. Setiap anak bangsa harus bahu membahu, bekerja sama dan menderita semaksimal mungkin dalam membangun Indonesia. Kita harus menyatukan nilai-nilai persatuan dan solidaritas sebagai sebuah bangsa. Saatnya membangun kembali jaringan sosial yang rusak/terpisah dari keegoisan dan kepentingan individu/kelompok. Ini adalah modal sosial Indonesia. Penulis percaya bahwa hubungan sosial yang saling menghormati, menghargai dan percaya merupakan dorongan kuat bagi terciptanya Indonesia.

Baca Juga

Kapolsek Bunguran Timur Satukan Kekuatan Ormas, Luncurkan Sabuk Kamtibmas Demi Natuna Aman dan Kondusif

Kapolsek Bunguran Timur Satukan Kekuatan Ormas, Luncurkan Sabuk Kamtibmas Demi Natuna Aman dan Kondusif

22 April 2026
9
Kapolres Natuna Perkuat Sabuk Kamtibmas Bersama Buruh dan Komunitas Transportasi

Kapolres Natuna Perkuat Sabuk Kamtibmas Bersama Buruh dan Komunitas Transportasi

21 April 2026
20

Konsep kapital sosial didasarkan pada premis bahwa manusia sebagai makhluk sosial memiliki naluri alami untuk menghubungkan persahabatan dan persaudaraan. Menurut Pierre Bourdieu (1986) mendefinisikan modal sosial sebagai berikut: “Kapital sosial adalah kumpulan sumber daya nyata atau potensial yang terkait dengan kepemilikan jaringan abadi dari hubungan yang kurang lebih dilembagakan dari kenalan dan kesadaran timbal balik” (Bourdieu, 1986)).

Dalam hal ini,menurut saya Keanekaragaman (ketidaksetaraan) yang direproduksi dalam jejaring sosial memiliki nilai manfaat karena merupakan distribusi ‘deskripsi pekerjaan’ (job description) dari setiap individu/kelompok yang termasuk dalam jejaring sosial. Dengan kata lain, kapital sosial dikaitkan dengan nilai kolektif dari jaringan sosial yang tumbuh dan berkembang dalam arti saling keterkaitan yang muncul di dalamnya.

Memfasilitasi koordinasi dan kerjasama untuk saling menguntungkan.”. Kapital sosial adalah bagian dari organisasi sosial berupa jaringan (society-pen), norma (society-pen), dan kepercayaan sosial yang memfasilitasi koordinasi dan kerjasama untuk kepentingan bersama.) Kecenderungan individualis.Ada modal ekonomi-komunitas modal sosial yang perlu dibangun bersama. Kapital sosial diarahkan pada konstruksi masyarakat (dan bangsa) dengan mengeksplorasi kemungkinan sumber daya sosial dalam bentuk koneksi yang saling menguntungkan dalam jaringan sosial. Secara teoritis, Lin (1999) menempatkan teori modal relasional sosial ini dalam ruang lingkup “teori modal baru”
Dengan kata lain,seberapa mampu individu/kelompok mengakses dan menggunakan sumber daya sosial yang terdapat dalam jejaring sosial tersebut. Kemampuan individu/kelompok untuk mengakses sumber daya sosial meningkatkan dan mempertahankan eksistensinya.

Sementara itu,Kapital ekonomi sering didefinisikan sebagai akumulasi sumber daya keuangan hal ini karena mempengaruhi kegiatan yang lebih praktis. Dalam konteks ini, uang memiliki kekuatan untuk mempengaruhi aktivitas individu atau kelompok. Uang menjadi kekuatan tak kasat mata yang menyatukan kepentingan setiap orang, baik secara individu maupun kelompok. Namun, menurut Lawang (Adnan 2006:96), kapital ekonomi bukanlah akumulasi keuangan, tetapi modal ekonomi tidak sama dengan uang. Dimana uang berfungsi sebagai alat tukar. kapital ekonomi adalah kemampuan (memenuhi kebutuhan) untuk mengatur peluang dan peluang untuk menghasilkan uang. Proses pemenuhan tuntutan inilah yang membuat interaksi sosial terjadi dan perjuangan diri selalu sejahtera. Kapital ekonomi mendorong individu/kelompok saling bersaing untuk mendapatkan uang atau untuk memenuhi kebutuhannya. Hal ini memungkinkan hubungan sosial yang terbentuk bersifat materialistis individual.

Hubungan sosial yang altruistik diabaikan demi kebaikan bersama. Strategi pembangunan yang menekankan pada modal ekonomi mempengaruhi persaingan (atau konflik) sosial. Banyak kasus di lapangan (YIIS, 2001:26) menunjukkan bahwa kecemasan sosial seringkali disebabkan oleh kecemburuan sosial akibat kesenjangan antara kaya dan miskin. Selanjutnya, tujuan pembangunan berbasis modal ekonomi adalah kriminalitas, prostitusi, kenakalan remaja, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pengangguran, perilaku seksis, kemiskinan, dan munculnya permukiman kumuh menimbulkan masalah sosial yang kompleks seperti pencemaran udara. diatas dari. Kemajuan-kemajuan yang didasarkan pada kapital ekonomi ini pada dasarnya ironis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Artinya, esensi.

Meskipun ada perbedaan pandangan tentang kapital sosial di antara teori, ada konsensus bahwa jaringan sosial adalah komponen yang paling penting dari modal sosial. Untuk keperluan analisis sosial, Putnam (2000) dapat membagi kapital sosial dalam jaringan sosial menjadi dua bentuk yakni sebagai berikut.

  1. Bonding : Koneksi ini disediakan oleh jaringan sosial yang homogen. Contoh yang digunakan Putnam adalah kumpulan orang yang melakukan perbuatan kriminal (yakuza dan mafia, dll).
  2. Bridging : Menjembatani lebih longgar, lebih terbuka dan melibatkan berbagai bentuk koneksi. Koneksi semacam itu dapat dicapai di jejaring sosial yang heterogen. Contoh yang diambil oleh Putnam adalah paduan suara dan klub bowling.

Adapun enam item yang harus dipegang teguh setiap anak bangsa untuk tetap melestarikan kapital sosial di Indonesia, yaitu:

  1. Negara Kesatuan Republik Indonesia, komitmen awal pendiri bangsa yang menentu-tetapkan NKRI sebagai pilihan untuk menata negara harus tetap dijaga. Setiap usaha separatisme atau yang mengarah pada separatisme harus dicegah. Pemisahan satu wilayah dari NKRI pasti akan menghancurkan kapital sosial yang sudah terbangun
  2. Sang Saka Merah Putih Kami memiliki bendera nasional “merah putih” dengan nilai-nilai sakral dan heroik. Keberadaannya harus mengatasi bendera segala bentuk golongan, golongan, organisasi, partai politik dan kepentingan. Jika berbicara tentang kepentingan nasional, semua atribut bendera berbagai golongan harus tunduk pada kesucian Sansa Camera Petit.
  3. Sebagai warga negara tahun 1928, Sumpah Pemuda menyatakan bahwa Indonesia berdasarkan bahasa Melayu, akan menjadi bahasa nasional dan bahasa persatuan. Kita perlu menjaga eksistensi bahasa Indonesia tanpa merusak keunikan bahasa tradisional masing-masing bangsa. Bahasa (atau lebih tepatnya komunikasi) adalah pelumas yang memfasilitasi interaksi dengan “Bridging Social Capital” milik Indonesia. 4
  4. Sumpah Pemuda Tanah Air 1928 juga diperdengarkan untuk umum pertama kali oleh WR bangsa Indonesia Raya. Supratman dan lagu itu dipanggil bersama pada 17 Agustus 1945, saat mereka membacakan Proklamasi Kemerdekaan. Energi spiritual lagu Indonesia Raya yang dalam dan kuat menggetarkan seluruh pelosok jiwa anak bangsa. .. Negara, Indonesia Raya harus dijadikan sebagai pengikat persaudaraan bagi seluruh elemen negara.
  5. Sebagai falsafah bangsa, Pancasila, kita sangat menyadari bahwa Indonesia adalah bangsa yang multikultural. Keberagaman ini untuk memperkuat modal sosial yang dijembatani perlu dikaitkan dengan falsafah nasional Pancasila. Kita perlu terus menggali nilai Pancasila dan menerapkannya dalam hubungan sosial. Setiap disiplin Pancasila merupakan ciri penting nilai budaya setiap suku bangsa Indonesia.
  6. Dengan TNI Polri dan sistem hukum yang kuat dan kompeten, Indonesia memiliki TNI Polri sebagai satu-satunya penjaga pertahanan dan keamanan negara. Posisinya harus kuat dan berwibawa. Kuat dalam arti dilengkapi dengan senjata yang tepat dan berguna. Bakat berarti memiliki kemampuan untuk mendahulukan kepentingan negara di atas kepentingan sendiri/kelompok, bahkan karena TNIPolri sendiri. Kapabilitas mengacu pada sekelompok pemangku kepentingan tertentu yang dapat memastikan tidak ada campur tangan asing dan dapat mempengaruhi independensi dan objektivitas TNI-Polri. Demikian pula badan hukum (kejaksaan, yudikatif, Mahkamah Agung) perlu menjamin kepastian hukum dan rasa keadilan. Ketika ketentuan hukum diterapkan dengan benar, kepercayaan tumbuh.

Enam item bersifat multikultural, sebuah sistem abstrak yang berfungsi untuk menjamin kepercayaan seluruh elemen Indonesia. Sistem abstrak ini perlu diterjemahkan dan dikomunikasikan dengan benar ke seluruh komunitas (dan komunitas internasional) oleh para ahli dan perwakilan publik. Ketidakmampuan untuk menerjemahkan dan menyampaikan sistem-sistem abstrak ini dalam kehidupan sehari-hari berarti hilangnya kepercayaan dan mengakibatkan rusaknya kembali modal sosial Indonesia. Akibatnya, semangat kolektif membangun bangsa menjadi pudar. Kepercayaan pada enam sistem abstrak perlu didukung oleh kepercayaan pada individu (individu). Ini dirujuk dalam dua topik berikutnya.

  1. Pemimpin/pemimpin yang terakreditasi, resmi, informal, nasional dan daerah perlu mampu berperan sebagai agen profesional dan umum, serta mampu mencitrakan diri sebagai pribadi yang kredibel. Budaya KKN yang berakar pada korupsi harus dihilangkan. Gagasan korupsi tidak hanya merugikan negara, tetapi juga berdampak pada krisis kepercayaan terhadap tokoh masyarakat (termasuk PNS). Pemimpin juga harus memilih dan menepati janjinya. Kemampuan untuk memilih dan menepati janji ini adalah untuk memperkuat kepercayaan masyarakat. Selain pemimpin, tokoh masyarakat yang ada dan dibina oleh media massa juga harus mampu mencitrakan diri sebagai pribadi yang berkepribadian kuat. Hal ini penting karena publik figur ini biasanya memiliki karisma yang kuat dan penggemar yang radikal. Segala aksi publik figur biasanya dilanjutkan oleh para penggemarnya.
  2. Hasil studi Keluarga dan Kerabat, Putnam dan Fukuyama menunjukkan bahwa kekerabatan dengan keluarga memiliki pengaruh yang kuat dalam menciptakan suasana yang berguna untuk modal sosial. Lebih dari itu, Erikson (Juliawan, 2000) menjelaskan bahwa sejak masa kanak-kanak, yaitu terbentuk rasa kemantapan antara anak dengan ibu atau pengasuhnya. Anak-anak belajar untuk mempercayai dan mempercayai ibu dan pengasuh mereka. Kepercayaan dasar ini, yang pertama kali terbentuk melalui interaksi dengan ibu, secara bertahap berkembang menjadi kepercayaan pada orang lain.
    Oleh karena itu, keluarga dan kerabat harus bisa menumbuhkan kepercayaan. Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) adalah tragedi yang menghancurkan kepercayaan. Apakah keluarga tidak memiliki organisasi sosial minimum? Sinergi antara kepercayaan pada sistem abstrak dan individu ini menciptakan modal sosial yang kuat bagi bangsa Indonesia untuk mewujudkan cita-cita pembangunan nasional. Dengan kata lain, 1) melindungi negara dan seluruh tumpah darah Indonesia, 2) memajukan kesejahteraan umum, 3) mencerdaskan kehidupan bangsa, dan 4) memerdekakan dan melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Dalam tulisan ini, penulis berpendapat bahwa tidak mungkin hanya mengandalkan modal ekonomi untuk mengurai benang-benang yang terjerat dalam pembangunan Indonesia. Sistem orde baru adalah bukti yang cukup bahwa kecenderungan sepihak modal ekonomi akan mempengaruhi kerentanan kolektif negara. Oleh karena itu, bagi penulis, konsep kapital sosial layak digunakan sebagai salah satu alternatif pembangunan Indonesia. Jadi sekarang kita harus berjuang secara kolektif untuk membangun kembali jaringan sosial masyarakat yang tampaknya mulai menurun.

Nama : Joko Sanjoyo
Prodi/Kelas : SI-03
Universitas : Universitas Cyber Asia
Dosen Estetika Humanisme : Vika Febri Muliati, S.Kom, M.Kom

DAFTAR PUSTAKA
sumber//litbang.kemendagri.go.id/website/modal-sosial-menjadi-faktor-pembangunan-ekonomi/

Tags: Artikel mahasiswa
Previous Post

LIMA, Siap Jadi Solusi Bantuan Hukum Untuk Masyarakat Miskin di Aceh

Next Post

Bupati Dan Wakil Bupati Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tahap II di Aek Songsongan

Related Posts

Kapolsek Bunguran Timur Satukan Kekuatan Ormas, Luncurkan Sabuk Kamtibmas Demi Natuna Aman dan Kondusif
NATUNA

Kapolsek Bunguran Timur Satukan Kekuatan Ormas, Luncurkan Sabuk Kamtibmas Demi Natuna Aman dan Kondusif

22 April 2026
9
Kapolres Natuna Perkuat Sabuk Kamtibmas Bersama Buruh dan Komunitas Transportasi
NATUNA

Kapolres Natuna Perkuat Sabuk Kamtibmas Bersama Buruh dan Komunitas Transportasi

21 April 2026
20
Polsek Midai Gandeng Pemuda, Perkuat “Sabuk Kamtibmas” di Pulau Midai
NATUNA

Polsek Midai Gandeng Pemuda, Perkuat “Sabuk Kamtibmas” di Pulau Midai

17 April 2026
276
H. Raja Mustakim dan KPDN Peduli Sosial Salurkan Donasi Rp10 Juta untuk Sintia Bella di Subi
NATUNA

H. Raja Mustakim dan KPDN Peduli Sosial Salurkan Donasi Rp10 Juta untuk Sintia Bella di Subi

17 April 2026
124
Kapolres Natuna Ajak Personel Jadi Sahabat Masyarakat di Hari Kesadaran Nasional
NATUNA

Kapolres Natuna Ajak Personel Jadi Sahabat Masyarakat di Hari Kesadaran Nasional

17 April 2026
20
Bupati Natuna Soroti Ketergantungan Kapal Logistik, Inflasi Daerah Jadi Prioritas
NATUNA

Bupati Natuna Soroti Ketergantungan Kapal Logistik, Inflasi Daerah Jadi Prioritas

15 April 2026
16
Load More
Next Post
Bupati Dan Wakil Bupati Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tahap II di Aek Songsongan

Bupati Dan Wakil Bupati Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tahap II di Aek Songsongan

POTRET POPULER

  • Polsek Midai Gandeng Pemuda, Perkuat “Sabuk Kamtibmas” di Pulau Midai

    Polsek Midai Gandeng Pemuda, Perkuat “Sabuk Kamtibmas” di Pulau Midai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satreskrim Polres Karimun Ringkus Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Karimun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terpilih Aklamasi, Yusriadi Pimpin Ansor Karimun Gantikan As’Ad

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ancaman Hack dan Tantang Duel, Oknum Pegawai BPR Tuah Karimun Dilaporkan ke Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polres Karimun Terbitkan SP3, Tuduhan Terhadap Tanjung Buser Dinyatakan Tidak Terbukti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kunjungi Keluarga Almarhumah Liana, GP Ansor Karimun Salurkan Bantuan Rp 1,5 Juta dan Sembako

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Jabatan Dirut PDAM, Muhammad Zen Gugat Bupati Karimun ke PTUN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soal Gugatan PTUN, Bupati Karimun Tegaskan Proses Seleksi Direktur PDAM Sudah Sesuai Mekanisme

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • H. Raja Mustakim dan KPDN Peduli Sosial Salurkan Donasi Rp10 Juta untuk Sintia Bella di Subi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Konfercab ke- 4 GP Ansor Karimun Dibuka, Addin Jauharudin: Ansor Harus Bermanfaat untuk Masyarakat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Alamat Redaksi :

Komplek Griya Harapan Indah, Blok D 03
Kelurahan TEBING, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun,
Provinsi Kepulauan Riau

Hubungi Kami :

0812-7000-2005
potretredaksi69@gmail.com

Tentang Kami :

  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi

© 2020 Potret Nusantara - PT. MKbicara Media Publisher | All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • KEPRI
    • KARIMUN
    • BATAM
    • TANJUNG PINANG
    • BINTAN
    • LINGGA
    • NATUNA
    • ANAMBAS
  • DAERAH
    • ACEH
    • ASAHAN
    • BALI
    • BANGKA BELITUNG
    • BENGKALIS
    • DUMAI
    • JABAR
    • JATIM
    • KALIMANTAN
    • LABUHANBATU UTARA
    • MALUKU UTARA
    • MEDAN
    • MERANTI
    • MUSI BANYUASIN
    • PADANG LAWAS
    • PADANGSIDEMPUAN
    • PAPUA
    • ROKAN HILIR
    • ROKAN HULU
    • SULAWESI
    • TAPANULI SELATAN
    • TAPANULI UTARA
    • TULANG BAWANG
  • KESEHATAN
  • ROHANI
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • SPORT
  • TEKNO
  • ADVERTORIAL
  • OPINI

© 2020 Potret Nusantara - PT. MKbicara Media Publisher | All Right Reserved.