KARIMUN, Potretnusantara.id- Kepala Dinas Kesehatan, Rachmadi mengungkapkan bahwa pelaksanaan vaksinasi massal yang di lakukan di wilayah Kabupaten Karimun, secara keseluruhan kini telah mencapai 32,01 persen dengan sasaran vaksinasi sebanyak 183,050 yang wajib melakukan penyuntikan vaksin
“Alhamdulillah untuk saat ini kita sudah mencapai 32,01 persen,”ucap Rachmadi, Jumat (25/06).
Tambahnya untuk jenis vaksin AstraZeneca telah tiba sebanyak 100 vial, pada Selasa (22/6/2021) kemarin
Vaksin ini nantinya akan di lakukan penyuntikan sebagai dosis II mendatang, dan Rachmadi juga mengungkapkan adanya kendala saat pendistribusian vaksin jenis AstraZeneca tersebut.
“Masyarakat banyak yang menginginkan vaksin jenis Sinovac di banding AstraZeneca. Hal ini di karenakan AstraZeneca sering menimbulkan efek samping seperti demam,”pungkasnya
Dengan ini Rachmadi menjelaskan bahwa efek demam setelah penyuntikan vaksin itu hal biasa. mencontohnya seperti imunisasi umumnya pada bayi DPT-HB-Hib hampir semua bayi pasti mengalami demam dan rewel.
Namun, sebagai orangtua justru menganggap hal biasa karna efek dari vaksinasi tersebut.
“Nah padahal hal serupa justru menimpa pada orang-orang yang baru melakukan penyuntikan vaksinasi jenis AstraZeneca mereka malah bingung,” jelasnya.
Sementara dari indikasi atau daya lindung lebih bagus vaksin jenis AstraZeneca.
“Kendala lainnya, Kabupaten Karimun yang di kelilingi pulau-pulau dan penyuntikan di lakukan lebih ke Pukesmas, masyarakat justru enggan datang ke pukesmas,” jelasnya.
Dalam hal ini kurangnya tenaga vaksinator juga menjadi kendala tersendiri dalam melakukan penyuntikan vaksinasi antar pulau-pulau.
Semenetara, akhir Juni yang di pastikan merupakan masa kadaluarsa dari vaksinasi jenis AstraZeneca yang tinggal 100 vial di pastikan habis dalam satu atau dua hari mendatang dari total 320 vial.
Putri









