BANYUASIN, Potretnusantara.id – Lebih kurang 40 wartawan Banyuasin mengikuti orientasi, dalam kegiatan yang dikemas dalam acara HPN XLVII dan Hut PWI tingkat Provinsi Sumsel berlangsung meriah, bertempat di kabupaten Banyuasin, Selasa (22/6/2021).
Acara yang dipusatkan dibeberapa titik di ibu kota Kabupaten Banyuasin ini, berlangsung selama tiga hari dimulai dengan orientasi wartawan, beberapa kegiatan perlombaan olahraga, seminar dan beberapa kegiatan lainnya, yang puncaknya pada acara kamis 24 Juni mendatang.
“Kegiatan yang salahsatunya di danai dari Pemkab Banyuasin senilai Rp. 400 juta ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antar sesama wartawan se-Sumsel,” Kata Plt kepala Dinas kominfo Banyuasin Noffaredy, S. Sos., MM. Saat diwawancarai awak media di mes Pemkab Banyuasin.
Noffaredy dengan kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas dan proporsional wartawan Banyuasin. Ketika disinggung sumber dana kegiatan apakah hibah dari Pemkab Banyuasin, Noffaredy menjelaskan itu bukan hibah tapi bantuan dari Pemkab Banyuasin.
Dirinya berharap, kegiatan ini bisa menjadi contoh bagi organisasi Profesi lainnya, dapat melaksanakan kegiatan yang sama dan pihaknya mendukung kegiatan seperti ini agar dapat memahami tugas dan fungsi wartawan sesuai amanah UU Pers no 40 tahun 1999.
Sementara Firdaus Komar Ketua PWI Sumsel, menuturkan kegiatan ini, dalam rangka HPN sekaligus ke HUT PWI ke 75. HPN sendiri dicetuskan oleh organisasi PWI dan tidak membatasi organisasi lain juga memperingati HPN pada tanggal 9 Februari.
“Untuk pendanaan dibantu pemkab Banyuasin tapi bukan hibah, sebab tidak ada surat yang saya tanda tangani kalau bantuan tersebut hibah, nominal yang dibantukan dirinya kurang begitu paham, karena sipatnya kejasama disuport untuk pelaksanaan kegiatan,” kata pria yang akrab disapa Firkom.
Terpisah Deni Irawan (Ganevo) menanggapi kegiataan tersebut, dirinya sangat mengapresiasi pemkab Banyuasin sudah sangat perhatian dengan insan pers, sesuai program Bupati yakni Banyuasin Bangkit Adil Dan Sejahtera.
“Luar biasa Pemkab Banyuasin sudah sangat peduli dengan wartawan, mengelontorkan anggaran yang kabarnya cukup pantastis sebesar Rp. 400 juta. kita apresiasi itu, namun sayangnya pada praktek dilapangan. Kegiatan Hari Pers Nasional ini terkesan tidak melibatkan organisasi Profesi lain, yang jelas memiliki hak yang sama sebagai warga negara dalam hal ini masyarakat pers menikmati pembelanjaan dana tersebut ,”tegas Ganevo.
Naif memang tambahnya, dana yang dikumpulkan dari pajak, rokok, makanan, minumnya, pajak bumi dan bangunan dll, dari warga Banyuasin, dibelanjakan untuk kegiatan insan pers tidak dirasakan organisasi profesi lain, narasi ini sudah melenceng dari program ADIL yang digadangkan – gadangkan Bupati Banyuasin.
“Ironis memang, hal ini ditakutkan memunculkan ketidak harmonisan antar onganisasi profesi, menimbulkan perpecahan awak media khususnya di Bumi Sedulang Setudung tecinta ini,” tuturnya.
Narasi hampir sama diutarakan ketua Jaringan Pendamping Kebijakan Pembanguan (JPKP) Banyuasin Indo Sapri, mengaku prihatin dengan apa yang terjadi, kegiatan itu tidak melibatkan semua insan pers Banyuasin.
“Ya kami prihatin, kenapa acara bagi wartawan Banyuasin diangarkan dari uang kita namun tidak dirasakan seluruh wartawan yang berada di Banyuasin,” jelas Indo.
Keprihatinan ini katanya, akan di tidaklanjuti dan akan mempertanyakan anggaran tersebut sejauhmana pengunaan dan realisasinya.
“Hal yang paling mendasar adalah, terlepas siapa pencetus ide dari kegiatan ini Dinas Kominfo Bertanggung jawab timbulnya pemetakan yang terjadi dikalangan wartawan Banyuasin,” timpalnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut seharusnya dihandle langsung oleh pihak kominfo Banyuasin sehingga tidak menimbulkan anak kandung dan anak tiri.
“Kami mempertanyakan Kapasitas dan Kapabilitas Plt Kadis Kominfo, membuat kondisi yang semestinya mempererat talisilaturahmi malah membuat gesekan dan menimbukan percikan api perbedaan yang pada akhirnya memunculkan permusuhan sesama wartawan,” kesal Indo
Dia berjanji akan mengawal realisasi dana tersebut, dan dalam waktu dekat pihaknya akan melayangkan surat konfirmasi ke Diskomifo dan mereka beranggapan jika tidak mampu memimpin lebih baik angkat kaki dari Bumi Banyuasin.
Rilis/ IWO Banyuasin”










