KARIMUN, Potretnusantara.id-Kapolsek Tanjung Balai Karimun, Budi Hartono mencoba melakukan pencegahan penyakit menular di lingkungan kerjanya dengan memasang tempat cuci tangan menggunakan cairan antiseptic. Sabun ini dipasangkan ditempat penjagaan dan memberikan pengarahan tatacara penggunaannya kepada para anggotanya.
Budi mengatakan, dengan maraknya pemberitaan penyebaran penyakit seperti corona yang saat ini menjadi persoalan kesehatan dunia perlu dilakukan langkah-langkah dalam kehidupan sehari-hari. Dia mencontohkan dengan melakukan pola hidup sehat seperti melakukan cuci tangan setiap saat.
Dikatakan, petugas kepolisian Tanjung Balai Karimun yang langsung berinteraksi dengan keluar masuknya masyarakat di pelabuhan yang langsung berbatasan dengan kantornya perlu pengawasan khusus.
“Kita tahu bersama, anggota kita banyak berinteraksi secara langsung dengan arus masuknya masyarakat karena kantor kita tepat berada di pintu keluar masuk di Pelabuhan. Sehingga dengan demikian kita rasa sangat penting ada pengawasan seperti pola cuci tangan,”kata Budi, Kapolsek Tanjung Balai Karimun, Kamis, (20/2)
Budi menjelaskan, mencuci tangan dengan menggunakan sabun anti septic dapat meminimalisir penularan penyakit dan virus-virus kepada manusia. Upaya pencegahan menurutnya sangatlah penting mengingat penyakit corona tersebut sudah merupakan ancaman dunia.
“Ini merupakan pelayanan terpadu di tingkat Polsek, semua masyarakat membutuhkan pelayanan, nah kita memberikan contoh agar masyarakat juga melakukan hal yang sama,”harapnya.

Polsek Karimun Bersama SPN Adakan Baksos Dan Patroli Jalan Kaki
Pada kesempatan yang sama, Kapolsek Tanjung Balai Karimun, Budi Hartono mengadakan kegiatan bantuan sosial serta melakukan patroli dengan berjalan kaki bersama 12 Siswa Polisi Negara (SPN) Polda Kepri dalam rangka Latja di Polsek Tanjung Balai Karimun. Hal ini dilakukan agar tercipta silaturahmi Kamtibmas antara Polri dan masyarakat.
Diharapkan juga, melalui kegiatan tersebut dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang himbauan agar tidak cepat terprovokasi terhadap issu-issu intoleran dan literasi terhadap masyarakat.

Selain itu tambah Budi, SPN ini nantinya mampu menciptakan situasi tenang dan menyampaikan solidaritas dan toleransi antar umat beragama agar tidak melakukan tindakan apapun yang bertentangan dengan hukum baik langsung maupun di Media sosial.
“Siswa yang notabenenya cikal bakal personil efektif kelak perlu mengetahu tugas-tugas polri sekarang. Sehingga nantinya jika mereka melaksanakan tugasnya sudah mampu dan bisa menyampaikan pesan-pesan kamtibmas. Sehingga dapat meyakinkan masyarakat untuk ikut menjaga harkamtibmas di lingkungan masing-masing,”harapnya.
edorey











Discussion about this post