PADANGSIDEMPUAN, Potretnusantara.id – Wakil Bupati Tapanuli Selatan, Rasyid Assaf Dongoran menghimbau kepada seluruh warga agar tetap menjaga kerukunan antar masyarakat Kabupaten Tapanuli Selatan baik dia yang ada di perantauan.
Rasyid menekankan, memupuk persaudaraan, kebersamaan dengan budaya gotong royong adalah perbuatan yang baik dan sangat besar faedahnya.
Dikatakan, dampak covid 19 telah meruntuhkan sebagian besar perekonomian di masyarakat, untuk itu dia mengajak seluruh masyarakat untuk memajukan budaya gotong royong.
“Misalnya, ada saudara kita yang masih memiliki rumah layak huni, tentu ini harus kita bantu dengan istilah dikita “marsialapan ari” artinya saling mengisi, membantu,”kata Wakil Bupati Tapanuli Selatan, Rasyid Assaf Dongoran. Senin (4/4).
Rasyid juga menambahkan tradisi MARSIALAP ARI sejak dulu sudah ada di Kabupaten Tapanuli Selatan ini, namun diakui beberapa kalangan muda mudi sekarang banyak yang tidak tau apa itu marsialap ari.
Berangkat dari pemikiran ini, di atas Wakil Bupati Tapanuli Selatan, Rasyid Assaf Dongoran mencanangkan gerakan marsialap ari secara rutin sejak Desember 2021 lalu hingga sampai 2022 ini.
“Dan ini telah memasuki bulan ke 5 dimana pada bulan ramadhon ini kita akan tetap lakukan kegiatan gotong royong atau marsialap ari ini,”katanya.
Rasyid mengatakan bulan ramadhon 1442 H tahun 2022 merupakan momentunm pada bulan berkah bagi semua masyarakat yang ingin bergotong royong atau marsialap ari akan menambah berlipat ganda berkah bagi yang ingin membantu sesama.
“Ini kesempatan besar bagi kita bersedekah memberikan tenaga dan materi agar Tuhan senantiasa memberikan rezky umur panjang dan kesehatan bagi kita semua di masa depan nanti nya,”pungkasnya.
Saya percaya tambahnya, semakin banyak kita bersedekah tenaga, materi, maka Tuhan akan melimpahkan banyak rezky terlebih di saat pada bulan romadhon saat ini.
“Saya sadar masyarakat banyak yang menghendaki bedah rumah tapi saya juga harap kepada masyarakat bahwa di dalam bedah rumah ini kita adakan gotong royong atau marsialap ari dan bukan dari program APBD atau APBN karena alokasi pemerintah sangat terbatas saat ini,”jelasnya
Marsialap ari ini harus dibudayakan, dengan memiliki gotong royong, saling bahu membahu harus disebarkan ke setiap Kecamatan masing masing. Dengan demikian, pada setiap daerah nantinya akan semakin maju.
“Pasti ada yang orang yang mampu disetiap tempat, tugas saya hanya mencari jalan keluar dan tidak berpasrah diri ketika saya tau alokasi dana pemerintah itu sangat terbatas sekali,”ajaknya.
H. Siregar










