PADANGSIDEMPUAN, Potretnusantara.id – Ali Akbar Lubis (57), warga Lingkungan 5 Janji Matogu, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan merasa teritimidasi akibat ulah oknum preman ED. Jumat (19/11).
Kejadian ini bermula saat menantu Ali Akbar Lubis melakukan pemanenan kebun sawit miliknya, Lagut siregar menantu Ali Akbar sudah dua minggu berada dikebun tersebut untuk memanen sawit.
Hasil panennya kemudian dikumpulkan pada satu tempat di TPH untuk memudahkan pengangkutan.
“Sawit hasil panen sudah kita kumpulkan, kemudian saya menjemput perahu mesin (robin). Dan sekembalinya menjemput perahu, sawit hasil panen saya sudah tidak ada ditempat (hilang),”kata Lagut siregar mengawali.
Dikatakan, penasaran dengan situasi tersebut Lagut siregar mencoba melakukan pencarian serta penelusuran pada wilayah kebun sawit.
“Ternyata sawit yang kami panen sudah dimuat (dicuri) oleh ED dan anak buahnya,”katanya.
Lagut siregar mencoba mempertanyakan kepada ED, kenapa sawit yang ia panen diambil dan diangkut, Namun diluar dugaan, ED malah menunjukkan sebuah gambar kebun yang mengatakan bahwa kebun yang dipanen adalah milih ED bahkan dirinya yang dituduh telah melakukan pencurian sawit.
“Saya heran, makanya saya langsung jemput mertua saya,”paparnya.
Saat pertemuan mertuanya dengan oknum preman tersebut, mertuanya mengatakan emang dengan bukti gambar itu cukup mengatakan kalau kebun itu kebun ED. Namun dalam peedebatan tersebut ED bersikeras.
“Dia malah berkata, kalau kaliaan mau lapor silahkan kalian buat laporan nya ke polisi,sambil menunjuk muka mertua saya,” katanya menirukan ucapan ED.
Saat kejadian, perdebatan mertuanya dengan AD didokumentasikan dengan merekam video oleh Lagut, tak terima di rekam ED mencoba menghalau dan menampar HP milik Lagut hingga terpental ketanah.
“Jangan banyak bicara kau, kalau kalian mau buat laporan silahkan itu aja,”papar Lagut menirukan ucapan ED yang bernada tinggi.
Tak terima dengan sikap dan perlakuan preman ED, Ali Akbar Lubis yang merupaka mertua Lagut Siregar akan membuat laporan hari ini ke Polres Tapanuli Selatan.
“Saya sudah tidak tahan lagi akan keganasan si ED, itu sang preman kampung yang hanya beraninya kepada orang yang lemah saja. Dan saya berharap kepada pihak Kepolisian menangkap beserta anak buahnya untuk diproses jadi kami warga merasa damai dan tenang,”harapnya.
H,regar









