PADANGSIDEMPUAN, Potretnusantara.id – Masyarakat Lingga Bayu, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara merasa khawatir akan permukiman mereka yang semakin lama semakin terancam karena hadirnya tambang emas di Kecamatan itu.
Nasution, seorang warga yang tinggal di wilayah tersebut mengatakan kekhawatiran mereka akan aktifitas tambang tersebut terhadap lingkungannya kedepan.
Mereka mengaku tidak memiliki kekuatan untuk melakukan upaya-upaya untuk membela masyarakat.
“Kami tidak dapat berbuat apa-apa bang, pekerjapun tidak kami ini,”kata Nasution mengeluhkan kondisi lingkungannya saat ini.

Nasution juga menambahkan dulu sebelum adanya tambang emas tersebut, mereka merasa nyaman tinggal disini. Namun sekarang, hidup mereka terancam karena tempat tinggalnya berada di lokasi tambang emas itu.
“Jangankan untuk tempat tinggal kami bang, untuk mandi kami pun sekarang sudah susah karena sungai yang selama ini kami gunakan untuk mandi sekarang sudah berobah warna dan tak obah bak air sawah yang berlumpur, kalau begini terus bagaimanalah nasib kami ini bang,”katanya mengadu.
Di tempat lain, di Desa Simpang Gambir MN juga menuturkan hal yang sama, MN mengatakan bahwa keberadaan tambang emas tersebut hingga saat ini tidak diketahui siapa pemiliknya.
“Jangan izin pak, pemiliknya saja hingga saat ini kami tidak tahu,”katanya.
Dia menduga bahwa pemilik tambang emas tersebut merupakan petinggi negeri, hal tersebut dikatakan melihat operasionalnya menggunakan alat-alat berat setiap harinya.
“Proyek besar lo pak, buktinya aja merka pakai alat berat beko (excapator) itu bukan biaya yang kecil pak,” pungkasnya.
Atas nama masyarakat, dia berharap agar pemerintah daerah tidak menutup mata akan persoalan tambang tersebut, mengigat nasip masyarakat yang terancam akan longsor maupun banjir nantinya.
“Tolong pemerintah jangan menutup mata melihat kami, karena kami lah yang tinggal disini, kami juga yang akan merasakan dampaknya nanti bukan pengusaha itu pak,” pungkasnya.
H.regar










