KARIMUN, Potretnusantara.id- Terkait informasi yang tersebar, dimedia terkait berita Pembangunan WC sultan di Pantai Pelawan, yang di infokan dua unit toilet/WC senilai Rp817.466.831,54 sudah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Juknis dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf),
Dengan ini, Sekretaris Desa Pangke Barat Arrahmadi, menanggapi bahwa bangunan 8 ratus lebih itu bukan hanya dua WC saja yang dibangun, akan tetapi ada beberapa bangunan lainnya.
“Biaya tersebut bukan untuk 2 wc saja, tapi untuk 2 wc, 1 menara pantai,1 mushola dan 1 bangunan untuk tempat kuliner/oleh2 khas karimun, jadi kita jangan beranggapan bahwa dana tersebut hanya untuk 1 wc,”ujar Arrahmadi, Kamis (08/07).
Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa pembaangunan wc tersebut sangat tepat karena di setiap wisata emang harus ada tempat pemandian umum dan wc guna untuk keperluan pengunjung untuk mandi setelah selesai beranang di pantai,
dan bukan hanya itu saja banyak yang beranggapan bahwa wc tersebut sudah di bangun tidak ada manfaatnya dan tidak bisa di gunakan karna tidak ada air.
“Jadi begini kenapa wc tersebut tidak ade air. karena kendala di lapangan listrik di pantai pelawan belum ada jadi itu lah penyebabnya air tidak ada, dan Pemerintah Desa, Dinas Pariwisata serta Bumdes Pangke Barat pun sudah berusaha mengaktifkn tempat pemandian tersebut yaitu setiap hari sabtu mengisis air lewat lori air, selepas itu klo air di perigi penuh pihak bumdes mengisi air pemandian melalui perigi tersebut. cuma karena listrik blum ada jadi tempat pemandian tersebut belum bisa normal penggunaanya, makanya di batasi cuma haris sabtu dan minggu di buka,”pungkasnya.
Dan ia juga menambahkan bagi warga setempat yang rumahnya di gusur,
Hal itu dilakukan karena dinas pariwisata lagi masa pembangunan dan lagi masa pengembangan wisata pantai pelawan, dan kebetulan warung yang di gusur itu terletak di tanah pemda yang akan d bangun pembangunan.
“Makanya warung tersebut di gusur dan di suruh pindah ke villa yang ada d pantai pelawan untuk sementara waktu, dan ada perencanaan di pntai pelawan akan d bangun tempat makan seperti puji sera dan yang warung digusur akan di alihkan ke puji sera, tersebut,”jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa, pemerintah Desa Pangke Barat dan Bumdes Pangke Barat yang terlibat langsung dalam pengembangan Pantai Pelawan belum bisa sepenuhnye merawat dan menjalankan fungsi drari pembangunan yang masih masa pembangunan oleh dinas pariwisata karena dinas pariwisat belum menyerah kan pembangunan tersebut ke pemerintah Desa Pangke Barat.
“Kita belum bisa ambil alih untuk memfungsiman penggunaan bangunan tersebut karena dinas pariwisata belum menyerahkan secara resmi, dan harapan kami, setelah pembangunan penegembangan wisata Pantai Pelawan selesai dinas pariwisata segera menyerah kan ke pemerintah Desa Pangke Barat agar kami pemerintah Desa Pangke Barat dan Bumdes Pangke Barat bisa menjaga dan mengerakna fungsi dari pemandian tersebut sesuai yang masyarakat inginkan “jelasnya
dan harapannya kepada seluruh masyarakat terkhusus pengunjung Pantai Pelawan untuk ikut mendukung kegiatan pembangunan yang ada d wisata Pantai Pelawan karena semue yang dibangun hanya untuk membuat pengunjung nyaman ketika berada di Pantai Pelawan, kalau fasilitas lengkap di Pantai Pelawan yang akan meraskan kenyaman pasti pengunjungnya juga.
Putri










